Selasa, 21 Mei 2019


Peternak Jateng : Adanya Bantuan Jagung, Biaya Operasional Kami Tertolong

27 Jan 2019, 15:18 WIBEditor : Gesha

Peternak merasa terbantu dengan adanya bantuan jagung untuk peternak | Sumber Foto:HUMAS KEMENTAN

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Solo  --- Harga pakan hingga kini masih bertengger tinggi, mencegah peternak unggas semakin tertekan. Kementerian Pertanian langsung gerak menggelontorkan bantuan jagung pakan khususnya di Jawa Tengah. Peternak pun mengapresiasi karena bisa meringankan mereka dari biaya operasional yang membengkak.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu peternak ayam layer di Kab Kendal, Sumi yang mendapatkan bantuan jagung dari pemerintah. Dirinya menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah yang telah merespons dengan cepat menyalurkan bantuan ini, ini sangat membantu meringankan beban peternak, utamanya dalam mengatasi kesulitan bahan baku jagung.

Pernyataan senada juga disampaikan oleh Ibu Wulan, Peternak Solo Raya yang mengapresiasi bantuan jagung ini dengan mengucapkan terimakasih kepada Bapak Menteri Pertanian.

"Dengan bantuan jagung ini, maka peternak mendapatkan harga jagung yang wajar, sehingga dapat mengurangi biaya produksi", pungkasnya.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR) Petelur Nasional Kabupaten Kendal atas nama peternak penerima bantuan menyampaikan ucapan terimakasih kepada Menteri Pertanian yang telah membantu peternak kecil.

"Karena bantuan ini sangat betmanfaat bagi peternak untuk memperoleh jagung sesuai harga acuan. Mudah-mudahan dapat berlanjut kegiatan ini," ucapnya.

Untuk diketahui, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan bersama dengan Perum Bulog melakukan penyerahan Jagung untuk para peternak ayam petelur di Kendal dan Solo Raya,Jawa Tengah sejak Jumat (25/1).

Total penyaluran jagung untuk Jawa Tengah 2000 ton yang didistribusikan ke sentra produksi peternakan ayam di Kendal dan Solo Raya, dengan tahap pertama di Kabupaten Kendal sebanyak 160 ton dan Solo Raya 140 ton. Dan akan terus dilakukan terus menerus sesuai dengan kuota.

Direktur Pakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sri Widayati menuturkan langkah penyaluran ini diambil sebagai upaya pemerintah dalam memfasilitasi pemenuhan kebutuhan jagung bagi peternak mandiri sampai dengan akhir bulan Februari 2019, dengan harga yang wajar.

Sekaligus menjadi bukti bahwa pemerintah selalu peduli dan hadir di tengah-tengah kesulitan yang dihadapi oleh peternak.

"Setelah akhir Februari nanti peternak dapat membeli jagung dari sentra-sentra produksi jagung yang diperkirakan akan mulai memasuki masa panen raya pada akhir Februari 2019," tuturnya.

Pemerintah juga tengah menggodok cara agar disaat panen raya nanti harga jagung di petani tidak jatuh pada saat panen raya, dilain pihak peternak juga masih mendapat harga yang wajar.

Reporter : Budi
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018