Rabu, 19 Juni 2019


Satgas Pangan Awasi Bakul Ayam

18 Mar 2019, 07:52 WIBEditor : Yulianto

Bakul ayam akan diawasi satgas pangan | Sumber Foto:Yulianto

Ditjen PKH juga menghimbau Pemerintah Daerah melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap budidaya ayam ras, serta pendataan para peternak dan populasi ayam ras di wilayahnya, baik peternak mandiri maupun milik integrator

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Gonjang ganjing harga daging ayam membuat Kementerian Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) mengambil beberapa tindakan. Salah satunya meminta kepada para pedagang (bakul) untuk ikut menjaga kestabilan harga.

“Saya juga meminta kepada Satgas Pangan untuk mengawasi perilaku para broker dan bakul agar harga secepatnya stabil. Saya berharap mulai Senin tidak ada lagi harga ayam hidup di bawah harga acuan Kemendag,” kata  Dirjen PKH,I Ketut Diarmita beberapa waktu lalu.

Selain itu, Ditjen PKH juga menghimbau Pemerintah Daerah melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap budidaya ayam ras, serta pendataan para peternak dan populasi ayam ras di wilayahnya, baik peternak mandiri maupun milik integrator.

Dinas Provinsi dan Kabupaten/Kota dan seluruh Pejabat Fungsional Pengawas Bibit ternak serta fungsional teknis lain  yang tersebar di seluruh provinsi maupun kabupaten/kota, kami himbau untuk melakukan pengawasan di kandang-kandang yang ada di wilayahnya,” katanya.  Apalagi lanjut Ketut, pengawasan tersebut dilakukan sesuai dengan Permentan No. 32 Tahun 2017 tentang penyediaan, peredaran, dan pengawasan ayam ras.

Sebagai bagian upaya menjaga keseimbangan produksi dan permintaan, Ditjen PKH akan mengoptimalkan tim analisa dan tim asistensi serta tim pengawasan dalam mendukung pelaksanaan Permentan 32 tahun 2017. Terkait hal ini Ditjen PKH pun secara periodik menganalisis supply-demand ayam ras dan secara rutin menyelenggarakan pertemuan antara peternak dengan pemerintah dan juga dengan para stakeholders ayam ras terkait.

Dr. Trioso Purnawarman selaku Ketua Tim Analisa Penyediaan dan Kebutuhan Ayam Ras dan Telur Konsumsi menyampaikan,  analisis supply-demand selalu dilaksanakan secara periodik, dan tidak ada over supply terhadap DOC Final Stock.

Kkami sudah mengantisipasi over supply yang terjadi tahun 2018, sehingga sudah dilakukan pengurangan GPS (Grand Parent Stock) pada tahun ini. Jadi saya bisa pastikan yang diproduksi hingga Maret ini tidak ada over supply,” kata Trioso.

Trioso menenggarai menurunnya harga ayam karena terjadi penurunan demand. Salah satu faktornya adalah kampanye Pemilu. “Kampanye pemilu ternyata tidak secara linier berdampak terhadap peningkatan demand,” ujarnya.

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018