Sabtu, 01 Oktober 2022


PPMKP Kampanyekan: “Kenyang Gak Harus Nasi”

18 Sep 2020, 09:27 WIBEditor : Yulianto

Spanduk kampanye diversifikasi pangan | Sumber Foto:Regi

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor—Diversifikasi pangan kini kembali digaungkan pemerintah. Nah, untuk mengajak masyarakat, Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Bogor pun mengkampanyekan diversifikasi pangan dengan tagline “ Kenyang Gak Harus Nasi “

Kepala PPMKP, Yusral Tahir mengatakan, sosialisasi penganekaragaman pangan perlu lebih intensif dan berkelanjutan. Sebagai lembaga yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, dirinya mengakui perlu menyosialisasikan program diversifikasi pangan kepada masyarakat disemua level.

Salah satu kampanye diversifikasi pangan dengan pemasangan spanduk “Kenyang Gak Harus Nasi” di lokasi stategis lingkup PPMKP Ciawi Bogor, sehingga memudahkan masyarakat melihat ajakan tersebut. Apalagi setiap akhir pekan lokasi perkantoran PPMKP dilintasi banyak wisatawan lokal, baik yang hendak ke wilayah puncak ataupun pulang dari wisata di kawasan puncak.

“Spanduk diversifikasi pangan  Kenyang Gak Harus Nasi  dipasang dilokasi –.lokasi strategis di PPMKP. Diantaranya digerbang depan, agar terlihat masyarakat, wisatawan lokal  yang weekend melintasi PPMKP, “ ujar Yusral.

Yusral berharap dengan kampanye melalui spanduk ini masyarakat lebih mengerti tentang pengertian pangan dalam arti yang luas. Mengenai pengertian pangan, menurutnya, perlu kesamaan persepsi dengan masyarakat selaku konsumen.

Sebagai contoh, pengertian pangan tersebut tidak hanya beras atau nasi. Namun bisa berupa umbi-umbian, seperti singkong, ubi jalar, jagung, dan sagu yang juga mempunyai kandungan karbohidrat.

Atase Pertanian (Atani) di Roma 2015 – 2018 ini berharap dengan adanya kesamaan persepsi ini bisa mengubah pemikiran bahwa kalau tidak mengonsumsi nasi belum kategori makan. Karena itu Yusral akan mengimplementasikan program ini dengan menerapkan sehari tanpa nasi di lingkungan kerja PPMKP.

“Tapi mungkin istilahnya diubah, bukan One Day No Rice , tapi one day with jagung, singkong, talas, pisang dan kentang, yang menjadi enam fokus komoditas diversifikasi pangan,“  katanya. Dengan tidak hanya menggantungkan kebutuhan konsumsi pada beras, kedaulatan pangan bagi Indonesia, sebagaimana keinginan pemerintah akan  terwujud, tambah Yusral.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengungkapkan, upaya sekecil apapun akan menjadi langkah untuk turut memperkuat ketahanan bangsa. Artinya kita memiliki kekuatan dan kemampuan bersama. “Diversifikasi pangan harus dimulai dengan membangun mindset bahwa kenyang tidak harus makan nasi,” katanya.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyampaikan diversifikasi pangan bermanfaat untuk memperoleh nutrisi dari sumber gizi yang lebih beragam dan seimbang. Nutrisi dan gizi seimbang tersebut sangat dibutuhkan untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Reporter : Regi (PPMKP)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018