Sunday, 17 January 2021


Milenial Padeglang ini, Rasakan Manisnya Budidaya Lebah Trigona

28 Dec 2020, 21:15 WIBEditor : Yulianto

Wahyudin, milenial Pandeglang ini rasakan manisnya usaha madu trigona | Sumber Foto:Regi

TABLOIDSINARTANI.COM, Pandeglang---Madu tidak hanya memiliki rasa yang manis dan lezat, tetapi juga dikenal baik dapat menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh. Dari banyak jenis madu yang dihasilkan lebah, salah satunya yaitu madu trigona. Madu ini merupakan madu jenis lokal yang dimiliki Indonesia dan konon masuk kategori terbaik dunia.

Wahyudin petani milenial anggota Kelompok Tani Sukajadi, Desa Pasirkadu, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang Banten merasakan manisnya usaha budidaya lebah trigona, yang sudah tiga tahun ini digeluti. Usaha yang diawali dengan hanya menjual lebah (trigona), bermodal ratusan ribu rupiah kini sudah berkembang memasarkan madu, propolis (hasil perasan madu) mentah dan bee polen.

Wahyudin memasarkan secara langsung maupun online dengan omset saat pandemi ini mencapai puluhan juta rupiah per bulan. “Pada awalnya saya hanya menjual lebah (trigona), kini poktan sudah menghasilkan madu yang cukup banyak, propolis mentah dan bee polen yang di pasarkan secara online maupun offline,“ ungkapnya. 

Menurutnya, keunggulan madu trigona ini adalah sebagai anti oksidan, anti bakteri dan anti peradangan. Wajar saja jika madu ini banyak peminatnya, terutama saat pandemi covid 19. Keunggulan madu trigona ini adalah sebagai anti oksidan, anti bakteri dan anti peradangan karena itu permintaan pasar untuk madu lebah trigona saat ini sangat tinggi, “ ujarnya.

Usaha ini juga menjadi ajang pemberdayaan masyarakat sekitar dengan menjadi pengrajin stup dan memeras madu. Ini menjadi salah satu sumber mata pencarian warga untuk meningkatkan perkerkonomian. 

Mudah Dibudayakan

Dihubungi terpisah Ahmad Suryadi, Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) Kecamatan Sukaresmi menyampaikan, usaha budidaya lebah trigona, tidaklah rumit, tapi menguntungkan. Lebah trigona tidak menyengat, sehingga mudah dibudidayakan dan dapat menghasilkan tiga produk sekaligus yakni, madu, propolis mentah dan bee polen.

Nilai jualnya pun dikatakan Ahmad Suryadi cukup tinggi dibanding madu lebah lainnya. Dengan modal awal yang relatif sedikit, budidaya lebah trigona sangatlah menguntungkan. Apalagi peternak tidak harus memberi pakan. Lebah mencari makan sendiri, pagi keluar mencari getah, nektar bunga dan kembali sendiri ke stup (kotak) trigonal, ungkapnya.

Ia menjelaskan, kotak trigonal adalah tempat bagi lebah trigona yang sudah dipindahkan dari tempat alaminya yakni bambu. Lebah yang sudah dipindahkan ke kotak ini akan mudah diamati. Lebah trigona bersarang dalam ruas bambu, dipindahkan ke kotak stup buatan untuk pecah koloni trigona atau memindahkan trigona dari alam.

Puncak musim madu adalah saat pohon buah-buahan berbunga. Pada masa ini madu yang dihasilkan bisa mencapai 500 ml/per kotak. Sementara rata-rata populasi lebah perkotak tergantung kinerja lebah ratunya. Per bulan bisa 5-9 liter, propolis mentah 3 – 7 kg. Untuk bee polen biasanya akan disimpan kembali di stup /kotak bersama telur trigona untuk bahan makanannya,” katanya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengapresiasi keterlibatan generasi milenial dalam sektor pertanian. Ia meyakini anak muda yang mau terjun dibidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. 

Sementara itu menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi, regenerasi dalam sektor pertanian sudah harus dilakukan. Dari 33 juta orang petani saat ini hanya sekitar 29% petani yang usianya kurang dari 40 tahun atau disebut sebagai petani milenial.

Reporter : Regi (PPMKP)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018