Saturday, 24 October 2020


Eduwisata Talas Beneng Bakal Ada di Kota Hujan

05 Oct 2020, 12:37 WIBEditor : Yulianto

Penanaman talas beneng di areal PPMKP | Sumber Foto:Regi (PPMKP)

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Wisata edukasi di Kota Hujan, Bogor bakal bertambah.  Saat ini tengah digagas eduwisata talas beneng yang berlokasi di areal lahan milik Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor.

Hal ini mencuat saat kegiatan penanaman 1.050 bibit talas beneng. Area tanam tersebar di seluruh area PPMKP dan dipusatkan Obor Pangan Lestari (OPAL) di Komplek Bina Karakter, seluas 2,7 ha awal pekan ini. Pengembangan talas beneng dilirik karena tanaman ini sarat potensi. 

Kita memperkenalkan dan menanam talas beneng. Karena talas ini memiliki potensi yang luar biasa. Dalam usia empat bulan sudah bisa panen daun. Daun ini bisa dijadikan tembakau herbal dan sudah diekspor ke beberapa negara diantaranya Australia,” kata Kepala PPMKP, Yusral Tahir.

Konsep eduwisata sejalan dengan roadmap diversifikasi pangan lokal sumber karbohidrat non beras yang diluncurkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Roadmap diversifikasi pangan hulu hingga hilir, meliputi produksi, pascapanen, stok dan pengolahan, pemasaran hingga pemanfaatan berupa edukasi ke masyarakat.

Kegiatan penanaman talas beneng menggandeng Dudi Supriyadi, seorang penggiat talas beneng, yang juga koordinator model Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kostratani Kecamatan Mandalawangi. Yusral berharap semua pegawai agar bisa ikut berpartisipasi dan aktif berkontribusi.

Dudi ‘beneng’, panggilan akrab penyuluh yang selama ini terus mempromosikan talas beneng ini juga menyambut baik rencana pengembangan eduwisata talas beneng. Apalagi melihat optimalisasi lahan di sekitar opal yang dapat dipoles menjadi daya tarik wisata.

Jenis wisata yang bisa dikembangkan menurut Dudi  adalah bisa dengan cara ngopi di kebun talas, sambil melihat jenis-jenis talas, termasuk menikmati olahannya juga.

Apalagi talas beneng dapat diolah menjadi aneka makanan. Hal ini membuka peluang pemberdayaan masyarakat sekitar untuk mengolah dan menjajakan hasil karya olahan talas. Olahan talas bisa jadi brownies, ice cream, talas,pizza, talas,cookies talas  dan lain – lain,” ungkapnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan, situasi saat ini harus dimanfaatkan untuk memproduksi pangan lokal baik secara on-farm maupun off-farm. "Dengan situasi pandemi yang masih berlangsung ini, kita harus terus menggenjot produksi pangan lokal. Apalagi Indonesia kaya akan pangan lokal seperti sagu, singkong, jagung, ubi, talas dan lainnya," ujar Dedi.

Reporter : Regi/PPMKP
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018