Sunday, 24 October 2021


Kementan Kibarkan Bendera Tekad Anti Korupsi

13 Oct 2021, 12:35 WIBEditor : Yulianto

Kegiatan Protani Tekad Anti Korupsi | Sumber Foto:Echa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bandung---Kementerian Pertanian terus bertekad dalam melawan korupsi. Salah satunya dengan telah ditandantangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).

Demikian diungkapkan Plt Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian (Itjentan) Dr. Ir. Kasdi Subagyono. M.Sc saat membuka acara Protani: Pembinaan Tekad Anti Korupsi Kementerian Pertanian 2021 secara virtual di Bandung, Selasa (12/10).

“Saya kira itu merupakan moment yang paling strategis. Tentu kita segera menindaklanjutinya. Salah satu yang saya harapkan, Inpektorat Jenderal menjadi leading dalam mengkordinasikan dalam memfasilitasi pengawalan terhadap upaya pencegahan korupsi di lingkungan Kementan,” katanya

Untuk itu Kasdi menilai, tekad anti korupsi ini sangat strategis dan penting dalam memberikan dan meningkatkan pemahaman ASN terhadap upaya pencegahan korupsi. Bahkan konsisten mewujudkan wilayah bebas dari korupsi di Kementerian Pertanian.

“Upaya pencegahan korupsi ini penting, karena memang situasi apapun kita sadar bahwa pertanian masih menjadi sektor yang sangat penting dalam pemulihan perekonomian nasional kita, utamanya dimasa pandemi Covid-19,” katanya.

Namun di sisi lain, Kasdi mengingatkan kepada ASN, kita tidak boleh lagi bekerja dengan as business as ussual, tapi harus bekerja dengan CCA. Pertama cepat. Kecepatan diperlukan karena rakyat menunggu. Namun akselerasi tidak sekedar dalam konteks waktu, tapi juga akselerasi dalam konteks capaian yang sudah didapatkan.

Kedua cermat. Cermat ini dibutuhkan kita semua supaya tidak terjadi kesalahan dalam eksekusi, termasuk mencermati penganggaran dan pembiayaan kepada program yang berjalan. Ketiga, akurat dalam berbagai kegiatan program dan juga eksekusi pelaksanaan anggaran.

Sementara itu, Sekretaris Itjen, Suprodjo Wibowo. SE, M.Si Inpektorat Jenderal Kementan dalam kegiatan Pembinaan Tekad Anti Korupsi, akan diisi narasumber dari KPK  yang akan memberikan materi bertema “Membangun ASN Milenial Pertanian Berintegritas”.

Selain itu juga dari KemenPANRB mengangkat tema “Peran ASN Milenial Berakhlak dalam Mewujudkan Birokrasi Kelas Dunia”. Sementara itu dari Pakar Hukum Pidana mengangkat tema “Bahaya Korupsi dari Perspektif Hukum Pidana”.

Berikutnya ada materi yang diberikan Drs. Sotarduga Hutabarat dari Itjen Kementerian Pertanian dengan tema “Peran Milenial dalam mencegah Fraud’.  Nanti langkah langkah nya akan disampaikan seperti apa dan sesi terakhir oleh Pakar Psikolog yang akan sharing terkait bagaimana membangun Kementerian Pertanian yang berakhlak. Kegiatan ini diikuti 17 unit UPT.

“Kami berharap semua materi bisa dicermati, tentunya dapat diimplementasikan baik untuk diri sendiri maupun di unit kerja. Jadilah agen perubahan yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme di Kementan sehingga pencapaian bisa dicapai,” katanya.

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018