Sunday, 24 October 2021


ASN Milenial Kementan, Jangan Berurusan dengan Auditor Investigasi

13 Oct 2021, 13:49 WIBEditor : Yulianto

Penyuluh pertanian di BPP Patok Beusi | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Bandung---Integritas bagi ASN sangat penting, terutama bagi ASN milenial. Jika tidak berintegritas, maka pelayanan bisa dipermainkan. Ujung-ujung bisa berurusan dengan auditor investigasi

“Kepada ASN milenial, saya pesan, bukan menakuti jangan pernah berhubungan dengan Inspektorat Investigasi. Kalau untuk konsultasi dan pendampingan boleh,” kata Dr. Heni Nugraha, SE, MM Auditor Madya Inspektorat Investigasi Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian saat kegiatan Protani Itjen Kementerian Pertanian, di Bandung, Selasa (12/10).

Menurutnya, Inpektorat Investigasi itu memiliki fungsi, salah satunya pengelolaan dan pengaduan masyarakat. Artinya, apakah layanan yang diberikan semua unit kerja di kementerian sudah sesuai harapan masyarakat belum apa belum? “Kalau belum masyarakat pasti akan komplen dan itu yang harus kami respon,” tegasnya.

Apalagi lanjut Heni, undang-undang mengamanahkan jika ada aduan harus direspon. Karena itu ia berharap jangan sampai pernah ada aduan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah. “Kalau ada kolaborasi, kopetensi, integrity terjaga pasti kita eleminasi kondisi yang tadi dikawatirkan,” ujarnya.

Namun menurut Heni, kekawatiran itu tidak boleh membuat ASN, khususnya yang milenial takut melangkah tidak selama masih bekerja melayani dengan aturan dan standar SOP. Karena itu ASN harus ber-AKHLAK (Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif).

Kalau ASN tidak ber-AKHLAK program tidak akan berjalan. Misalnya, jika ASN tidak berakhlak, maka dalam pelayanan tarif dan standar biaya akan dimainkan. Akibatnya standar akan berbeda, hasilnya pasti berubah,” tegasnya.

Untuk itu Heni mengingatkan agar ASN milenial kuat, kokoh (hati smart) dan juga harus dijaga profesionalitas, sehingga benar-benar bekerja nyaman. Jadi dirinya menghimbau kalau layanan itu baik, sesuai standar pasti, maka tidak akan berhubungan dengan Inpektorat Investigasi. “Inilah cara kami melakukan pencegahan. ASN milenial harus melandaskan pelayanan berdasarkan regulasi dan kualitas yang ada,” katanya.

Untuk membina integritas ASN, Heni mengatakan, Itjen Kementan melakukan pembinaan sejak 2009 dengan membangun sistem pengendalian intern dan pembinaan tekad anti korupsi. Jadi pengendalian itu by system. Namun diharapkan pengendalian itu bisa melekat di pribadi ASN.

“Karena ASN milenial menjadi estafet, sejak sekarang kami mulai garap bahwa integriti harus dikokohkan,” tegasnya. Apalagi banyak kasus orang yang profesional justru terjerembab dalam korupsi. Artinya profesional belum tentu berintegritas, sehingga yang harus dijaga adalah integritas.

Jadi kata kuncinya integritas itu menjadi penting, karena menjadi esensi mendasar yang ada dalam hati kita semua. Sesuai fitrah setiap manusia pasti tahu mana yang baik, mana yang tidak baik.

“Nah kalau ada godaan coba tanyakan kepada hati nurani. Ini bolehkah dan sesuai aturan atau tidak? Karena yang tahu hati kalbu kita. Jika bertentangan dengan aturan, pasti menolak. Tapi kalau dilanggar pasti nanti akan ketemu dengan Inpektorat Investigasi,” kata Heni mengingatkan.

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018