Kamis, 18 Juli 2024


Prabowo Subijanto Ingatkan Pangan adalah Masalah Pertahanan Negara

27 Nov 2021, 14:57 WIBEditor : Yulianto

Ketua Dewan Pembina HKTI, Prabowo Subijanto | Sumber Foto:Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Karawang---Ketua Dewan Pembina Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Prabowo Subijanto mengingatkan masalah pangan adalah masalah ketahanan bangsa. Bahkan merupakan hidup mati suatu bangsa.

“Kenapa saya mau berjuang dengan HKTI? Karena saya mantan prajurit yang berkiprah dibidang pertahanan. Justru karena saya mendalami dan merasakan serta mengkaji arti pertahanan suatu bangsa saya masuk HKTI,” kata Prabowo saat membuka Munas Pemuda HKTI di Karawang, Sabtu (27/11)

Karena itu Prabowo menganggap, arti Kemerdekaan adalah bagaimana kita mengendalikan dan menjaga kedaulatan, termasuk soal pangan. Dari pengalaman tersebut, masalah pangan merupakan hidup mati bangsa, kedulatan dan kemerdeakan sebuah bangsa.

“Sebagai seornag patriot dan mantan prajurit, saya sadar dan mengerti kritisnya masalah pangan. Karena itu, saya mengerti dan memahami kritis dan  vitalnya sektor pertanian dalam suatu bangsa. Tanpa makan, tidak ada negara, tanpa pangan tidak ada kedaulatan dan kemerdekaan bangsa,” tuturnya.

Prabowo menilai, apa yang pernah diungkapkan Proklamator Bangsa Indonesia, Soekarno (Bung Karno) hingga kini masuh berlaku. “Jadi ini alasan saya terjun menjadi keluarga HKTI,” tegasnya.

Bahkan Menteri Pertahanan RI tersebut juga menegaskan, HKTI merupakan perjuangan bersama lintas partai. Karena itu Prabowo mengajak semua pihak agar mengerti masalah pangan dan berjuang dengan nyata dalam menghadapi tantangan yang ada di depan mata.

Kepada Pemuda HKTI, Prabowo juga mengajak untuk memperjuangakan agar para elit paham masalah pangan sebagai hidup mati bangsa. Sebab, kebutuhan bangsa Indonesia harus memproduksi pangan sendiri. “Kita tidak  boleh tergantung pada impor pangan. Kita tidak boleh lengah dan membiarkan ladang produktif menjadi real estate, pabrik dan menjadi induk kegiatan yang mengurangi kemampuan pada lahan tersebut,” tuturnya.

Prabowo menilai, saat masih banyak elit politik dan pemerintah yang tidak paham masalah pangan. Bahkan ada juga yang tidak mau paham atau pura-pura tidak paham. “Mereka lebih mementingkan kepentingan swasta, pemodal besar dan asing dibandingkan kepentingan pemerintah. Ini perjuangan Pemuda Tani agar elit pemerintah sadar pangan,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Prabowo juga mengatakan, untuk mewujdukan Kemandirian Pangan harus diimplementasikan untuk memperbaiki taraf hidup petani sebagai produsen. Untuk itu kita harus bisa membuat kebijakan yang mengangkat kesejahateraan petani. 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018