Thursday, 22 October 2026


Tak Semua Peserta Makan Bergizi Gratis Dapat Susu, Ada yang Terima Telur dan Daun Kelor

24 Dec 2024, 07:51 WIBEditor : Gesha

Mulai 2025, desa di seluruh Indonesia diwajibkan untuk menyediakan makan bergizi gratis bagi warganya.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Tak semua peserta Makan Bergizi Gratis mendapat susu, sebagian justru menerima hadiah tak biasa berupa telur dan daun kelor.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka kini jadi andalan.

Namun, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa tidak semua anak akan menerima susu dalam menu MBG.

Ia menyebut, distribusi susu di daerah yang bukan pusat peternakan terkendala, sehingga fokus distribusi akan diprioritaskan untuk wilayah yang memiliki sentra sapi perah. 

"Susu hanya akan diberikan di daerah yang memiliki peternakan. Di luar itu, kami tidak akan memaksakan," tegas Dadan.

Di daerah yang tidak memiliki peternakan, susu akan digantikan dengan telur dan daun kelor, yang berfungsi memenuhi kebutuhan protein dan kalsium bagi anak-anak penerima program.

"Dalam situasi di mana distribusi susu sulit, telur bisa menjadi pengganti yang tepat. Kalsium dapat diperoleh dari daun kelor. Jadi, jika daerah sulit dijangkau logistik susu, kita tidak akan memaksakan, telur atau kelor sudah cukup," jelas Dadan. 

Lebih lanjut, Dadan mengungkapkan bahwa program MBG ini akan menyasar sekitar 3 juta penerima manfaat, dengan pelaksanaannya dimulai secara bertahap pada 6 Januari 2025. 

"Kami mulai bertahap, 6 Januari adalah pembukaannya," tambahnya.

BGN sendiri akan memprioritaskan penggunaan susu pasteurisasi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengungkapkan bahwa produksi susu sapi di Indonesia saat ini masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan program tersebut.

Oleh karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) mengusulkan agar susu sapi digantikan dengan sumber protein lainnya.

"Program makan bergizi gratis tidak harus selalu melibatkan susu. Protein hewani seperti telur, ayam, atau sumber protein nabati lainnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi harian anak-anak dan ibu hamil," kata Sudaryono.

Namun, dia menambahkan, jika produksi susu sapi di Indonesia sudah mencukupi, secara bertahap, susu sapi bisa dimasukkan kembali dalam menu MBG.

"Program ini harus disesuaikan dengan kemampuan produksi nasional. Kami tidak ingin membebani negara dengan impor susu sapi," lanjutnya.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018