Wednesday, 21 October 2026


Kepala Bappenas: Makan Bergizi Gratis Bisa Dorong Ekonomi Indonesia Naik 0,86 Persen di Tahun Pertam

30 Dec 2024, 16:40 WIBEditor : Gesha

Mulai 2025, desa di seluruh Indonesia diwajibkan untuk menyediakan makan bergizi gratis bagi warganya.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Kepala Bappenas mengungkapkan bahwa program makan bergizi gratis berhasil mendorong perekonomian Indonesia tumbuh 0,86 persen di tahun pertama.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan prediksi kenaikan sebesar 0,86 persen di tahun pertama Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Menurutnya, program ini bukan hanya akan membawa dampak positif bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan pada sektor ekonomi, menjadikannya salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang perlu didorong lebih lanjut.

“Program makan bergizi gratis ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, balita, dan anak sekolah. Lebih dari itu, program ini juga berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih luas,” jelas Rachmat dalam acara Musrenbangnas RPJMN 2025-2029 yang digelar di Kantor Bappenas, Senin (30/12).

Dengan alokasi pembelanjaan negara sebesar Rp 71 triliun, program ini diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian, menciptakan peluang baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Lebih jauh, Rachmat menjelaskan bahwa MBG juga akan mendorong peningkatan permintaan terhadap produk pertanian pangan, yang secara langsung dapat memperkuat sektor pertanian dan industri terkait.

"Permintaan baru ini akan memberikan dampak luas pada sektor pertanian, serta mendorong pengembangan sarana dan prasarana logistik, yang pada gilirannya akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja," tambahnya.

Rachmat juga mengungkapkan bahwa salah satu dampak positif yang lebih luas adalah terciptanya desa-desa yang mandiri dalam hal pangan, energi, dan air.

"Program ini akan mendukung pengembangan desa swasembada yang terintegrasi dengan pengelolaan cadangan pangan, energi, dan air. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan ketahanan pangan yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat," tuturnya.

Dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat dan penciptaan peluang ekonomi baru,

Program Makan Bergizi Gratis diproyeksikan tidak hanya akan meningkatkan kualitas gizi, tetapi juga memperkuat fondasi perekonomian Indonesia di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Big Push Strategy 

Dalam kesempatan tersebut, Rachmat Pambudy juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki program yang dinamakan Big Push Strategy, sebuah pendekatan yang berfokus pada dorongan besar untuk memacu pertumbuhan ekonomi melalui investasi besar dan program-program strategis.

Rachmat menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah contoh konkret dari Big Push Strategy yang dapat segera dilaksanakan dan memberikan dampak langsung.

“Program ini memiliki dampak yang luar biasa karena bisa menciptakan agregat demand yang besar, yang pada gilirannya akan memicu peningkatan supply yang juga besar. Konsep demand create supply ini akan menjadi penggerak utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan,” jelas Rachmat.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa program-program strategis nasional (PSN) seperti MBG diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah.

"Dengan demikian, program PSN ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah yang pada akhirnya dapat menopang pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan," ujar Rachmat, menutup penjelasannya.

Menurutnya, keberhasilan implementasi Big Push Strategy ini akan sangat bergantung pada keberlanjutan program di tingkat daerah, yang nantinya akan berkontribusi terhadap pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia.

Dengan pendekatan ini, Rachmat optimistis Indonesia dapat menghadapi tantangan global dan mencapai kemandirian ekonomi dalam jangka panjang.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018