
Erick Thohir tegas beri ultimatum: jika KopDes Merah Putih gagal, koperasi tak layak dibicarakan lagi. Ini taruhan besar untuk masa depan ekonomi desa!
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Meledak di DPR! Erick Thohir tegas beri ultimatum: jika KopDes Merah Putih gagal, koperasi tak layak dibicarakan lagi. Ini taruhan besar untuk masa depan ekonomi desa!
Menteri BUMN Erick Thohir bikin heboh dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI.
Dengan nada tegas dan tanpa basa-basi, Erick menegaskan sebuah ultimatum yang langsung bikin semua mata tertuju padanya: kalau program Koperasi Desa Merah Putih (KopDes) sampai gagal, jangan harap lagi koperasi bakal jadi solusi di Indonesia.
“Kalau KopDes Merah Putih ini sampai gagal, ya sudah, kita stop ngomong koperasi lagi!” ujarnya lugas. Suasana ruang rapat langsung berubah hening, serasa kata-kata itu jadi tamparan keras buat semua yang hadir.
Erick mengungkapkan kekesalannya selama ini melihat koperasi cuma jadi istilah manis yang tak pernah terealisasi dengan baik di lapangan.
Padahal koperasi harusnya jadi pondasi ekonomi rakyat, terutama di desa-desa yang selama ini kerap luput dari perhatian serius.
Pemerintah sendiri sudah menargetkan pembentukan 80.000 koperasi desa lewat program KopDes Merah Putih, yang diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal dengan cara yang lebih fleksibel dan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Tapi Erick nggak mau program ini jadi proyek coba-coba yang akhirnya sia-sia. “Ini bukan main-main. Kalau gagal lagi, kita semua malu,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa KopDes bukan sekadar koperasi simpan pinjam biasa.
KopDes bakal jadi pusat ekonomi desa dengan berbagai unit usaha yang disesuaikan potensi lokal, mulai dari pertanian, peternakan, hingga usaha kecil lain yang mendukung kehidupan masyarakat desa.
Dalam rapat itu, Erick juga sempat menyindir keberhasilan koperasi di negara maju seperti Belanda, yang sukses besar dengan koperasi di sektor susu dan pertanian.
“Kalau di Belanda koperasi bisa jalan, kenapa kita nggak bisa? Apa salah kita?” tanyanya dengan nada penuh tantangan.
Menurut Erick, selama ini koperasi di Indonesia masih terjebak formalitas tanpa arah bisnis yang jelas.
Koperasi harus berubah jadi badan usaha yang nyata, kuat, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Ia juga menyoroti masalah urbanisasi yang membuat banyak tenaga produktif meninggalkan desa.
“Kalau desa ditinggalkan, siapa yang jaga ketahanan pangan kita? Lumbung pangan bisa ambruk kalau desa dibiarkan kosong,” ujarnya dengan serius.
Pernyataan ini sangat relevan dengan visi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita, yang menargetkan swasembada pangan sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional.
Ucapan Erick langsung jadi bahan perbincangan panas di media sosial.
Tagar #KopDesMerahPutih dan #ErickBlakBlakan meroket, memancing reaksi beragam.
Sebagian besar netizen memberi dukungan penuh, seperti akun @rakyatdesa yang menulis, “Pak Erick benar banget. Jangan biarkan koperasi cuma jadi pajangan. Kalau gagal, mending bubarin aja!”
Indonesia sedang di persimpangan penting sejarah koperasi.
KopDes Merah Putih bukan sekadar program ekonomi, melainkan taruhan besar masa depan ekonomi rakyat.
Kalau berhasil, desa-desa akan hidup kembali, jadi pusat ekonomi yang mandiri dan kuat.
Tapi kalau gagal, koperasi sebagai lembaga ekonomi rakyat kehilangan masa depan.