Tuesday, 10 March 2026


Kemen PPPA–Kementan Gaspol Kebun Pangan Lokal di 5 Kabupaten, Perempuan Jadi Motor Ekonomi

25 Feb 2026, 08:19 WIBEditor : Gesha

Kolaborasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Kementerian Pertanian menghadirkan gerakan kebun pangan lokal di lima kabupaten. Program ini mendorong perempuan sebagai penggerak ketahanan pangan sekaligus motor penguatan ekonomi k

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Kolaborasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Kementerian Pertanian menghadirkan gerakan kebun pangan lokal di lima kabupaten. Program ini mendorong perempuan sebagai penggerak ketahanan pangan sekaligus motor penguatan ekonomi keluarga.

Pemerintah mempercepat penguatan ketahanan pangan keluarga sekaligus mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui gerakan Kebun Pangan Lokal Perempuan.

Program kolaborasi antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Kementerian Pertanian ini akan mulai dijalankan melalui proyek percontohan di lima kabupaten.

Langkah strategis tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga berbasis komunitas sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional dari tingkat rumah tangga.

Penguatan kolaborasi dibahas dalam pertemuan antara Wakil Menteri PPPA Veronica Tan dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Selasa (24/2).

Veronica Tan menegaskan kementeriannya terus bertransformasi tidak hanya dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, tetapi juga memperkuat pemberdayaan perempuan melalui program berbasis keluarga dan komunitas.

Salah satu fokus utama adalah pengembangan kebun pangan lokal yang menempatkan perempuan sebagai pelaku utama. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pangan rumah tangga, tetapi juga memperkuat pendapatan keluarga.

“Kami ingin menghadirkan gerakan kebun pangan lokal perempuan yang terintegrasi dan berbasis kearifan lokal. Perempuan menjadi pelaku utama, sehingga program ini bukan sekadar menanam, tetapi membangun ketahanan pangan keluarga sekaligus memperkuat ekonomi rumah tangga,” ujarnya.

Menurut Veronica, program kebun pangan perempuan telah berjalan di sejumlah desa dan terus dikembangkan sebagai model pemberdayaan masyarakat. Ke depan, program ini diharapkan terintegrasi dengan berbagai inisiatif pemerintah terkait gizi, kesehatan, dan penguatan ekonomi keluarga.

Program tersebut juga ditargetkan mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga, memperkuat kesehatan keluarga, serta mendorong partisipasi perempuan dalam pembangunan ekonomi lokal.

Kementerian Pertanian menyatakan siap mendukung penuh pelaksanaan program melalui penyediaan bibit, alat pertanian, pendampingan teknis, hingga pelatihan bagi masyarakat.

Andi Amran Sulaiman menegaskan kolaborasi lintas kementerian menjadi kunci keberhasilan program berbasis komunitas tersebut. Namun, ia menekankan keberhasilan implementasi sangat bergantung pada komitmen pemerintah daerah.

“Kementerian Pertanian siap memfasilitasi pembibitan, alat pertanian, pendampingan petani, hingga dukungan teknis lainnya. Hal terpenting adalah komitmen pemerintah daerah untuk bergerak bersama,” katanya.

Menurut Amran, kebun pangan keluarga berpotensi menjadi solusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai tahap awal, kedua kementerian sepakat menjalankan program percontohan di lima wilayah yang dinilai memiliki potensi pengembangan dan komitmen daerah yang kuat.

Sejumlah daerah yang masuk opsi awal antara lain Nusa Tenggara Timur, Surakarta, Purwakarta, Maluku Utara, serta Bone.

Program akan melibatkan pemerintah daerah serta komunitas lokal agar implementasi berjalan efektif dan berkelanjutan. Diskusi lanjutan dengan daerah terpilih dijadwalkan berlangsung setelah Idulfitri untuk memastikan kesiapan teknis pelaksanaan.

Selain ketahanan pangan, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya peningkatan partisipasi perempuan dalam proses perencanaan pembangunan daerah, termasuk dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).

Pemerintah menilai keterlibatan perempuan dalam pengambilan kebijakan masih perlu diperkuat agar program pembangunan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Melalui sinergi lintas kementerian ini, pemerintah berharap Gerakan Kebun Pangan Lokal Perempuan menjadi model kolaborasi nasional yang mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan, serta menciptakan kemandirian ekonomi berbasis komunitas.

Program tersebut diharapkan menjadi langkah nyata menjadikan perempuan bukan hanya penjaga dapur keluarga, tetapi juga motor penggerak ekonomi dan ketahanan pangan Indonesia dari akar rumput.

Reporter : NATTASYA
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018