
Mahasiswa Polbangtan Gowa menjalani magang di Malang dengan tempaan dunia kerja nyata. Selama 12 minggu, mereka diasah keterampilan teknis, manajerial, dan inovasi untuk siap menghadapi tantangan pertanian modern.
TABLOIDSINARTANI.COM, Gowa -- Mahasiswa Polbangtan Gowa menjalani magang di Malang dengan tempaan dunia kerja nyata. Selama 12 minggu, mereka diasah keterampilan teknis, manajerial, dan inovasi untuk siap menghadapi tantangan pertanian modern.
Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa langsung “turun gelanggang” menghadapi dunia kerja nyata melalui program Magang Tugas Akhir (MTA) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Lewat program ini, puluhan mahasiswa digembleng di berbagai perusahaan dan unit usaha agribisnis untuk memperkuat kompetensi sekaligus menyiapkan diri menguasai sektor pertanian modern.
Program magang yang berlangsung selama 12 minggu ini diikuti 88 mahasiswa dari Program Studi D3 Budidaya Ternak dan D3 Budidaya Hortikultura.
Kegiatan dilaksanakan di sejumlah mitra industri di wilayah Kota Malang yang dikenal sebagai salah satu sentra pengembangan agribisnis dan peternakan nasional.
Magang dan PKL menjadi bagian penting dari tahapan akademik mahasiswa vokasi sebagai implementasi pembelajaran berbasis praktik di dunia kerja.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga keterampilan manajerial, komunikasi, hingga adaptasi dengan budaya kerja profesional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan generasi muda memegang peran strategis dalam pembangunan sektor pertanian nasional.
“Generasi muda menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di daerah. Kementerian Pertanian akan melakukan pendampingan secara periodik agar mereka dapat bergerak di semua sektor pertanian,” ujar Amran.
Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti yang menekankan pentingnya regenerasi petani untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, meningkatnya kebutuhan pangan harus diimbangi dengan lahirnya generasi petani baru yang kompeten dan inovatif.
Pendidikan vokasi pertanian dinilai menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan tersebut.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin menilai sektor pertanian memiliki peran vital sebagai penopang pertumbuhan ekonomi sekaligus penyerap tenaga kerja terbesar.
Ia menegaskan pendidikan vokasi berperan penting dalam pengembangan teknologi tepat guna serta mendorong pencapaian swasembada pangan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa ditempatkan di 12 titik lokasi perusahaan dan unit usaha mitra industri, di antaranya Farm DMC Jombang, P4S Intan, Agrifarm, Floranesia, PT Hortila Hydroponic Group, hingga PT. Ciomas Adisatwa.
Di lokasi tersebut, mahasiswa terlibat langsung dalam aktivitas operasional di bawah bimbingan supervisor dan pembimbing lapangan.
Wakil Direktur I Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa, Sartika Juwita, menyebut kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di lapangan.
Ia mendorong mahasiswa untuk aktif berdiskusi, mampu menganalisis permasalahan di lapangan, serta membangun jejaring profesional selama pelaksanaan magang.
Menurutnya, etos kerja yang baik dapat membuka peluang direkrut langsung oleh perusahaan tempat praktik.
Selain meningkatkan kompetensi teknis, mahasiswa juga dilatih bekerja dalam tim, membangun komunikasi profesional, serta mengembangkan pola pikir solutif dalam menghadapi tantangan sektor pertanian modern.
Program ini diharapkan memberi pengalaman nyata sekaligus memperluas wawasan mahasiswa tentang industri agribisnis dan peternakan.
Bekal tersebut dinilai penting untuk menghadapi dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri di sektor pertanian.
Dengan semangat profesionalisme dan integritas, mahasiswa Polbangtan Gowa berkomitmen memanfaatkan kesempatan magang secara optimal.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra industri ini diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia pertanian yang unggul, adaptif teknologi, serta siap memperkuat ketahanan pangan nasional.