Thursday, 22 October 2026


Belajar dari Industri, Mahasiswa Polbangtan Gowa Kuasai Budidaya hingga Pemasaran di Agrifarm

30 Mar 2026, 05:51 WIBEditor : Gesha

Mahasiswa Polbangtan Gowa tak lagi sekadar belajar teori. Lewat magang di Agrifarm Malang, mereka mengasah keterampilan dari budidaya hingga pemasaran, menyiapkan diri menghadapi dunia kerja nyata.

TABLOIDSINARTANI.COM, Gowa -- Mahasiswa Polbangtan Gowa tak lagi sekadar belajar teori. Lewat magang di Agrifarm Malang, mereka mengasah keterampilan dari budidaya hingga pemasaran, menyiapkan diri menghadapi dunia kerja nyata.

Dunia kampus tak lagi berdiri sendiri. Ia kini seperti sungai yang harus bermuara ke lautan industri. Di titik itulah, mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa mulai ditempa lebih nyata, lebih dekat dengan denyut lapangan.

Dosen pembimbing, Sartika Juwita, melakukan kunjungan langsung ke Agrifarm Malang untuk memantau mahasiswa yang tengah menjalani Praktik Kerja Lapang (PKL) dan magang tugas akhir. Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, tapi semacam “cek napas” untuk memastikan proses belajar berbasis industri benar-benar hidup dan berjalan optimal.

Di tengah hamparan kebun dan ritme kerja yang tak kenal jeda, para mahasiswa D-III Budidaya Tanaman Hortikultura belajar lebih dari sekadar teori. Mereka menyentuh tanah, membaca cuaca, hingga memahami bagaimana produk pertanian bisa sampai ke tangan konsumen.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan bahwa generasi muda perlu didampingi secara konsisten agar siap menjadi motor penggerak ekonomi pertanian. Nada yang sama juga disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Idha Widi Arsanti, yang menyebut regenerasi petani sebagai kunci menjaga ketahanan pangan nasional.

Di Agrifarm Malang, pembelajaran terasa lebih “berdenyut”. Sepuluh mahasiswa yang mengikuti program ini tidak hanya diajak memahami teknik budidaya tanaman hortikultura, tapi juga menyelami aspek manajemen produksi, pengendalian mutu, hingga strategi pemasaran. Dari hulu ke hilir, semuanya dirasakan langsung.

Kerja sama antara Polbangtan Gowa dan Agrifarm Malang sendiri bukan hubungan sesaat. Keduanya telah terikat dalam nota kesepahaman (MoU) yang mencakup berbagai program, mulai dari PKL, magang, hingga pengembangan kompetensi mahasiswa. Kolaborasi ini menjadi jembatan penting agar lulusan tak hanya pintar di atas kertas, tapi juga siap terjun di lapangan.

Sartika menekankan, magang bukan sekadar tempat belajar teknis, melainkan ruang pembentukan karakter. Dalam suasana kerja yang nyata, mahasiswa dituntut disiplin, tangguh, dan profesional. Teguran, bahkan sanksi, kata dia, menjadi bagian dari proses pembelajaran yang justru membentuk mental kerja.

“Mahasiswa harus dibimbing dengan baik. Kedisiplinan dan profesionalisme itu tidak muncul tiba-tiba, tapi ditempa dari proses seperti ini,” ujarnya, Senin (16/03/2026).

Sementara itu, pihak Agrifarm Malang menyambut hangat kehadiran mahasiswa Polbangtan. Mereka berharap para peserta magang tidak hanya menyerap ilmu, tetapi juga memberi kontribusi nyata selama proses berlangsung.

Kolaborasi ini seperti simbiosis—kampus mendapatkan ruang belajar nyata, industri mendapat energi baru dari generasi muda. Di tengah tantangan sektor pertanian yang kian kompleks, sinergi semacam ini terasa bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Lewat kunjungan rutin dan kerja sama yang terus diperkuat, Polbangtan Gowa menargetkan lahirnya lulusan yang bukan hanya kompeten, tapi juga adaptif dan siap bersaing di dunia kerja. Sebab pada akhirnya, pertanian masa depan bukan hanya soal menanam dan memanen, tapi juga soal membaca pasar, mengelola risiko, dan berani berinovasi.

Reporter : NATTASYA
Sumber : Polbangtan Gowa
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018