Thursday, 16 July 2026


Lampung Jadi Tuan Rumah PENAS XVIII 2029, Kalahkan Sumut dan Sulut

22 Jun 2026, 10:20 WIBEditor : Gesha

Lampung resmi jadi tuan rumah PENAS XVIII 2029 usai ungguli Sumut dan Sulut dalam Rembug Utama KTNA.

TABLOIDSINARTANI.COM, Gorontalo-- Lampung resmi jadi tuan rumah PENAS XVIII 2029 usai ungguli Sumut dan Sulut dalam Rembug Utama KTNA.

Provinsi Lampung resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVIII tahun 2029 setelah memperoleh dukungan mayoritas dalam proses pemungutan suara Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). 

Dalam hasil voting tersebut, Lampung unggul jauh dengan perolehan 29 suara, mengalahkan Sumatera Utara yang memperoleh 5 suara dan Sulawesi Tengah dengan 1 suara.

Penetapan tersebut dilakukan dalam Rembug Utama KTNA yang menjadi bagian dari rangkaian PENAS XVII di Gedung Olahraga David Tony, Universitas Gorontalo, Jumat (19/6/2026). 

Forum tersebut dihadiri perwakilan KTNA dari seluruh provinsi di Indonesia dan menjadi ajang penting dalam menentukan tuan rumah penyelenggaraan PENAS berikutnya.

Ketua Umum KTNA Nasional Muhammad Yadi Sofyan Noor menjelaskan bahwa proses penentuan tuan rumah dilakukan secara demokratis melalui mekanisme musyawarah dan pemungutan suara. 

Sebanyak 38 pengurus KTNA provinsi terlibat dalam proses pengambilan keputusan tersebut, yang berlangsung terbuka dan disepakati bersama sebagai bentuk transparansi organisasi.

Menurutnya, dari sejumlah provinsi yang sebelumnya menyatakan minat menjadi tuan rumah, hanya tiga daerah yang secara resmi mengajukan pencalonan, yakni Sumatera Utara, Lampung, dan Sulawesi Tengah. 

Ketiga provinsi tersebut kemudian dinilai berdasarkan kesiapan infrastruktur, dukungan pemerintah daerah, serta komitmen pengembangan sektor pertanian dan perikanan.

Hasil akhir pemungutan suara menempatkan Lampung sebagai pemenang mutlak dengan dukungan mayoritas peserta. 

Keputusan tersebut sekaligus menandai kepercayaan nasional terhadap kesiapan Lampung dalam menyelenggarakan event berskala besar yang melibatkan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, penetapan Lampung sebagai tuan rumah juga dikukuhkan secara resmi dalam forum Rembug Utama KTNA PENAS XVII. 

Keputusan itu disambut positif oleh berbagai pihak, mengingat PENAS merupakan salah satu agenda nasional strategis yang berperan penting dalam penguatan sektor pertanian dan perikanan.

Pemerintah Provinsi Lampung sebelumnya telah menyampaikan kesiapan penuh untuk menjadi tuan rumah PENAS XVIII 2029. 

Kesiapan tersebut mencakup penguatan infrastruktur transportasi seperti jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), akses transportasi udara dan laut yang terhubung dengan berbagai wilayah, serta ketersediaan fasilitas akomodasi yang memadai.

Selain infrastruktur, Lampung juga menyiapkan berbagai lokasi strategis untuk kegiatan utama PENAS, termasuk arena pameran teknologi pertanian, pusat inovasi agribisnis, hingga lokasi studi lapang bagi peserta. 

Ajang ini diproyeksikan akan menjadi wadah besar bagi pertukaran pengetahuan dan teknologi antarpetani serta nelayan dari seluruh Indonesia.

Pemerintah daerah menilai bahwa penunjukan ini akan memberikan dampak ekonomi yang luas, tidak hanya bagi sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga sektor pendukung seperti pariwisata, perdagangan, dan jasa.

Ribuan peserta yang hadir diperkirakan akan meningkatkan aktivitas ekonomi lokal secara signifikan.

Selain itu, PENAS XVIII 2029 juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat promosi komoditas unggulan Lampung, seperti kopi, lada, singkong, serta produk kelautan dan perikanan. 

Dengan demikian, Lampung berpeluang memperluas pasar sekaligus menarik lebih banyak investasi di sektor agribisnis.

Sementara itu, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dalam pembukaan PENAS Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo menegaskan pentingnya peran petani dan nelayan dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional. 

Ia menyampaikan bahwa ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Menurut Gibran, tantangan ketahanan pangan tidak hanya terletak pada peningkatan produksi, tetapi juga pada perbaikan tata kelola sektor pertanian dan perikanan secara menyeluruh. 

Hal ini mencakup perlindungan lahan pertanian produktif, ketersediaan bibit unggul, kemudahan akses pembiayaan, hingga distribusi pupuk bersubsidi yang tepat sasaran.

Dalam forum tersebut, sejumlah perwakilan petani dan nelayan juga menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan. 

Beberapa di antaranya adalah kebutuhan perbaikan jaringan irigasi, pendangkalan pelabuhan perikanan, kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) untuk nelayan, serta penyediaan sarana pascapanen seperti mesin pengering (dryer) dan rice milling unit (RMU).

Menanggapi hal tersebut, pemerintah pusat menyatakan akan menindaklanjuti berbagai aspirasi melalui kementerian dan lembaga terkait agar dapat direalisasikan secara bertahap sesuai prioritas kebutuhan di lapangan.

Dengan ditetapkannya Lampung sebagai tuan rumah PENAS XVIII tahun 2029, provinsi tersebut kini memiliki waktu sekitar tiga tahun untuk melakukan persiapan teknis dan koordinasi lintas sektor. 

Pemerintah daerah bersama KTNA diharapkan dapat memperkuat sinergi agar penyelenggaraan berjalan optimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

PENAS sendiri merupakan forum nasional petani dan nelayan yang diselenggarakan secara berkala sebagai sarana pertukaran informasi, inovasi teknologi, serta penguatan kelembagaan petani dan nelayan. 

Penunjukan tuan rumah selalu menjadi perhatian nasional karena ajang ini tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan.

Reporter : Nattasya
Sumber : Diskominfo Provinsi Lampung
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018