Wednesday, 15 July 2026


Mau Belajar Bioflok hingga Pengolahan Ikan? Cek Jadwal Pelatihan Kampung Budidaya Tematik PENAS XVII

22 Jun 2026, 11:48 WIBEditor : Gesha

Ingin belajar teknologi bioflok, budidaya ikan nila, hingga pengolahan hasil perikanan? Simak jadwal pelatihan Kampung Budidaya Tematik PENAS XVII Gorontalo.

TABLOIDSINARTANI.COM, Gorontalo – Ingin belajar teknologi bioflok, budidaya ikan nila, hingga pengolahan hasil perikanan? Simak jadwal pelatihan Kampung Budidaya Tematik PENAS XVII Gorontalo.

Bagi peserta dan pengunjung Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII yang ingin menambah wawasan seputar budidaya perikanan, teknologi penangkapan ikan, hingga pengolahan hasil perikanan, Kampung Budidaya Tematik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadi salah satu lokasi yang wajib dikunjungi selama gelaran berlangsung di Gorontalo.

Selama enam hari penyelenggaraan PENAS XVII, mulai 20 hingga 25 Juni 2026, Kampung Budidaya Tematik menghadirkan berbagai kegiatan edukatif berupa coaching clinic, demonstrasi teknologi, sosialisasi, lomba interaktif, kuis berhadiah, hingga hiburan musik. 

Program tersebut dirancang untuk mempertemukan inovasi dan teknologi sektor kelautan dan perikanan dengan petani, nelayan, penyuluh, pelaku usaha, mahasiswa, serta masyarakat umum yang hadir pada ajang nasional tersebut.

Kampung Budidaya Tematik menjadi salah satu wahana edukasi unggulan yang disiapkan KKP untuk mempercepat transfer teknologi kepada pelaku utama sektor perikanan. 

Melalui kegiatan yang berlangsung setiap hari, peserta tidak hanya memperoleh materi teori, tetapi juga berkesempatan berdiskusi langsung dengan para praktisi dan tenaga teknis yang berpengalaman di bidangnya.

Rangkaian kegiatan dimulai pada Sabtu (20/6/2026). 

Pada hari pertama, pengunjung dapat mengikuti coaching clinic bertema Manajemen Pakan (Bioflok) yang membahas strategi pemberian pakan secara efisien untuk meningkatkan produktivitas budidaya ikan. 

Sistem bioflok sendiri saat ini menjadi salah satu teknologi yang banyak diterapkan karena mampu menekan biaya produksi sekaligus menjaga kualitas air budidaya.

Selain itu, peserta juga dapat mengikuti pelatihan Budidaya Rumput Laut Ekonomis yang membahas teknik budidaya, pemeliharaan, hingga peluang usaha komoditas rumput laut yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi salah satu andalan ekspor Indonesia. 

Di sela kegiatan edukasi tersebut, pengunjung juga disuguhkan hiburan musik dan kuis berhadiah yang menambah semarak suasana.

Memasuki Minggu (21/6/2026), materi yang disajikan semakin beragam.

Coaching clinic diawali dengan Demonstrasi Lampu Celup Dalam Air, teknologi yang digunakan untuk meningkatkan efektivitas kegiatan penangkapan ikan. 

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai Sosialisasi Alat Tangkap Ramah Lingkungan, yang menekankan pentingnya praktik penangkapan ikan yang berkelanjutan dan tidak merusak ekosistem laut.

Pada hari yang sama, KKP juga menghadirkan coaching clinic Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan. 

Materi ini menjadi salah satu yang paling dibutuhkan pelaku budidaya karena serangan penyakit masih menjadi tantangan utama dalam meningkatkan produktivitas usaha perikanan budidaya.

Sementara itu, Senin (22/6/2026) menjadi momentum bagi para pembudidaya ikan untuk mempelajari lebih dalam teknologi bioflok melalui dua sesi utama, yakni Pelatihan Pembenihan Ikan Nila Sistem Bioflok dan Pelatihan Pembesaran Ikan Nila Sistem Bioflok. 

Kedua sesi tersebut memberikan pemahaman mulai dari tahap produksi benih hingga pemeliharaan ikan konsumsi dengan memanfaatkan sistem budidaya yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Tidak hanya menyasar kalangan pelaku usaha, Kampung Budidaya Tematik juga melibatkan keluarga dan generasi muda melalui kegiatan Lomba Mewarnai dan Games Interaktif. 

Kehadiran kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan sektor kelautan dan perikanan kepada anak-anak sejak usia dini.

Kegiatan berlanjut pada Selasa (23/6/2026) dengan menghadirkan program PSDKP Mengajar. 

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh berbagai informasi terkait pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan, pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab, serta pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem perairan Indonesia. 

Program edukatif tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.

Pada Rabu (24/6/2026), fokus kegiatan bergeser pada aspek penanganan dan pengolahan hasil perikanan. 

Salah satu materi yang menarik perhatian adalah Penanganan Ikan Tuna, mengingat tuna merupakan komoditas unggulan ekspor Indonesia yang membutuhkan standar mutu tinggi agar mampu bersaing di pasar global.

Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti coaching clinic Bandeng Cabut Duri, sebuah teknik pengolahan yang mampu meningkatkan nilai tambah produk perikanan sekaligus memperluas peluang pasar. 

Pada hari yang sama, KKP juga menyelenggarakan sosialisasi mengenai Persyaratan Diklat Kepelautan, yang memberikan informasi bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi dan sertifikasi di bidang kemaritiman.

Hari terakhir, Kamis (25/6/2026), menghadirkan materi yang tidak kalah menarik. 

Pengunjung dapat mempelajari teknik Pembuatan Nike Krispi, salah satu produk olahan perikanan khas yang memiliki prospek usaha menjanjikan. 

Selain itu, tersedia coaching clinic Kewirausahaan yang membahas strategi pengembangan usaha sektor kelautan dan perikanan agar lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Rangkaian pelatihan kemudian ditutup dengan materi Keselamatan Kerja di Laut, yang menekankan pentingnya aspek keselamatan bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan dalam menjalankan aktivitas di laut. 

Materi ini dinilai penting mengingat tingginya risiko pekerjaan yang dihadapi para pelaku sektor kelautan.

Setiap hari, seluruh rangkaian kegiatan di Kampung Budidaya Tematik diselingi kuis berhadiah dan hiburan musik yang membuat suasana belajar menjadi lebih santai dan menyenangkan. 

Konsep tersebut terbukti menarik minat pengunjung untuk datang, belajar, sekaligus berinteraksi langsung dengan para narasumber.

Melalui Kampung Budidaya Tematik, KKP tidak hanya menghadirkan etalase teknologi dan inovasi perikanan, tetapi juga membangun ruang pembelajaran terbuka bagi masyarakat. 

Kehadiran berbagai coaching clinic dan pelatihan selama PENAS XVII Gorontalo diharapkan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia sektor kelautan dan perikanan serta mendorong lahirnya pelaku usaha yang lebih produktif, inovatif, dan berdaya saing.

Bagi pengunjung yang ingin memahami teknologi bioflok, teknik pengolahan hasil perikanan, hingga peluang usaha sektor kelautan dan perikanan, Kampung Budidaya Tematik menjadi salah satu destinasi edukasi yang paling menarik selama penyelenggaraan PENAS XVII di Gorontalo.

Reporter : Nattasya
Sumber : KKP
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018