Kamis, 21 Maret 2019


Dongkrak Harga, Pemprov Disarankan Gunakan Karet untuk Aspal Jalan

10 Mar 2019, 18:31 WIBEditor : Gesha

Presiden Jokowi mendorong Pemprov untuk menggunakan karet sebagai campuran aspal jalan | Sumber Foto:INDARTO

Nanti, penggunaan campuran karet untuk aspal jalan akan berlaku di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Palembang --- Guna mendongkrak harga karet di tingkat petani yang belakangan ini harganya turun, Presiden Joko Widodo meminta pemerintah daerah (Pemda) ,pemerintahan kota (Pemkot), dan pemerintah provinsi (Pemprov) seluruh Indonesia mengunakan karet untuk bahan campuran aspal jalan.

“Saat ini sudah dilakukan di tiga provinsi (Riau, Sumatera Selatan dan Jambi). Nanti, penggunaan campuran karet untuk aspal jalan akan berlaku di seluruh kabupaten/kota di Indonesia,” kata Joko Widodo (Jokowi),  saat silaturahim dengan petani karet di Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Palembang, Sumatera Selatan.

Pencampuran karet untuk bahan aspal jalan akan meningkatkan permintaan karet yang diproduksi di dalam negeri. Nah, dengan banyaknya permintaan komoditas karet di dalam negeri yang diproduksi petani diharapkan dapat meningkatkan harga karet petani.

“Jadi dengan banyaknya permintaan karet di dalam negeri akan membuat Indonesia tak tergantung terhadap pasar ekspor yang saat ini sedang over supplay,” jelas Jokowi.

Presiden Jokowi juga mengakui pencampuran karet untuk aspal jalan harganya lebih mahal sekitar 10%. Namun, kualitasnya lebih bagus dan lebih awet. “Jadi, tak masalah. Karena kualitasnya lebih bagus,” ujarnya.

Untuk mempercepat kebijaan tersebut, Jokowi telah memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat segera mengeksekusinya. “Nanti akan kita buatkan edarannya supaya setiap provinsi dan kabupaten menggunakan karet untuk campuran aspal,” ujar Jokowi.

Presiden juga memintan BUMN dan PT Perkebunan Nusantar (PTPN) untuk membeli karet yang diproduksi  petani karet dengan harga yang baik.

Karet yang dibeli oleh perusahaan itu dapat disimpan dan kemudian dijual ketika harga karet mencapai level yang lebih baik. “Petanipun dapat untung. Karet yang sudah dibeli itu kemudian disimpan. Kalau harga sudah bagus bisa dijual lagi. Jadi, tak ada ruginya,” ujarnya.

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018