Rabu, 13 November 2019


Dorong Milenial Terjun ke Sektor Pertanian dengan Teknologi Modern

11 Apr 2019, 14:03 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian Amran Sulaiman berharap agar generasi millenial kembali ke pertanian dengan beragam aplikasi dan bantuan yang diberikan pemerintah | Sumber Foto:HUMAS KEMENTAN

generasi milenial bisa memanfaatkan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern untuk olah lahan, tanam dan panen. Generasi milenial nantinya bisa mengendalikan traktor atau combine harvester dari jauh (dengan remote kontrol).

TABlOIDSINARTANI.COM, Makassar--- Untuk mewujudkan swasembada pangan dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045 masih ada beberapa pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Salah satunya adalah mendorong generasi milenial terjun ke sektor pertanian dengan aplikasi pertanian modern.

"Selain mendorong generasi milenial, kita harus gunakan teknologi modern supaya bisa bersaing dengan negara lain," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai menghadiri sekaligus memberi arahan pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020, di Makassar Kamis (11/4).

Amran juga mengatakan, aplikasi pertanian modern yang dilakukan petani sangat membantu menekan ongkos produksi pertanian. Aplikasi pertanian modern juga bertujuan meningkatkan produktivitas petani.

Menurut Amran, generasi milenial bisa memanfaatkan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern untuk olah lahan, tanam dan panen. Generasi milenial nantinya bisa mengendalikan traktor atau combine harvester dari jauh (dengan remote kontrol).

"Teknologi pertanian modern inilah yang harus diperkenalkan secara masif kepada generasi milenial agar mereka tertarik terjun ke pertanian," kata Amran.

Ekspor Meningkat

Pada kesempatan Musrembang di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Amran Sulaiman mengatakan, ekspor komoditas pertanian kurun empat tahun terakhir meningkat tajam.

Apabila diakumulasikan, nilai ekspor selama empat tahun terakhir mencapai Rp 1.764 triliun.

"Nilai ekspor pada tahun 2018 juga meningkat sebesar 29,7 persen bila dibandingkan dengan tahun 2016 yang besarnya Rp 384,9 triliun," ujarnya.

Menurut Amran, belum lama ini kita ekspor komoditas pertanian dari Sulawesi Selatan senilai Rp 800 miliar. "Alhamdulillah dari Sulawesi Selatan kita sudsh direct call. Dari pelabuhan Sulawesi Selatan sudah langsung ke Cina, Hongkong, Eropa tidak lagi transit ke lampung dan Surabaya," papar Amran.

Ia juga menyebutkan, PDB sektor pertanian saat ini juga naik 47 persen.Bahkan, apabila diakumulasi selama empat tahun terakhir nilainya sebesar Rp 1.375 triliun atau separuh dari APBN.

"Dari 224 negara, PDB sektor pertanian Indonesia juga meraih peringkat ke-5 dunia. Data ini sudah ditandatangani BPS dan BKPM. Ini capaian tertinggi kenaikan PDB sektor pertanian dalam sejarah Republik Indonesia," papar Amran.

Bahkan, inflasi bahan pangan kurun empat tahun terakhir bisa ditekan, dari 10,57 % pada tahun 2014 menjadi 1,26 % pada tahun 2017.

"Ada 12 negara yang dilampaui Indonesia, seperti Jepang, Belanda, Kanada, dan Jerman. Sebentar lagi Amerika Serikat kita lampaui. Ini berkat kerja keras penyuluh, kami hanya bagian kecil dari keluarga besar pertanian," kata Amran.

Sesuai data yang dirilis The Economic Inteligence Unit, untuk kategori keberlanjutan pertanian, Indonesi berada pada peringkat 16 dunia. "Yang membuat kami bangga Amerika Serikat di bawah Indonesia," pungkas Amran.

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018