Rabu, 24 Juli 2019


Museum Pertanian Diresmikan, Tambah Wahana Edukasi untuk Millenial

22 Apr 2019, 13:45 WIBEditor : GESHA

Menteri Pertanian Amran Sulaiman berfoto dengan salah satu diorama dalam Museum Pertanian | Sumber Foto:NATTASYA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Generasi millenial kian ditarget sebagai sumberdaya manusia masa depan pertanian. Beberapa wahana edukasi pun hadir, salah satu yang terbaru adalah Museum Pertanian di Kota Bogor.

Museum Pertanian ini terletak di jalan protokol Kota Bogor yaitu Jl.Ir.H. Juanda dan berdekatan dengan Kebun Raya Bogor sehingga bisa menambah wahana edukasi khususnya pertanian bagi masyarakat luas.

"Disini menggambarkan perkembangan pertanian Indonesia seperti apa. Kita ingin tunjukkan pada generasi jaman now supaya tertarik pada pertanian dengan melakukan transformasi pertanian tradisional menjadi pertanian modern. Itu tidak bisa dielakkan," ungkap Menteri Pertanian, Amran Sulaiman saat membuka Museum Pertanian di Bogor, Senin (22/4).

Amran melanjutkan jika Indonesia memiliki sumberdaya alam (resources) yang melimpah. Bahkan mimpi Indonesia untuk menjadi lumbung pangan dunia 2045 bisa menjadi kenyataan di tangan millenial.

"Langkahnya sudah jelas, kita punya sumberdaya, teknologi sudah ada. Dari hulu sampai hilir, dengan teknologi kita bisa menekan sampai 50 persen, meningkatkan planting index yang semuanya bermuara pada kesejahteraan petani," tuturnya.

Pernyataan Menteri Amran tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro.

Menurutnya, Teknologi Pertanian akan mendorong bisnis bidang pertanian semakin bergengsi dan efisien. Inilah yang diharapkan akan menjadi motor penggerak spirit bagi generasi millenial, untuk terjun ke pertanian,

Menilik sejarah, pertanian merupakan sumber pangan penting bagi Indonesia dan melewati beberapa periode sejarah serta menjadi pilar penting bagi Indonesia.

"Sehingga sangat tepat tema Connecting past to the future yaitu bertolak dari masa lalu untuk menapak masa depan yang diusung oleh Museum Pertanian," tambah Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro.

Tema tersebut menjadi pijakan karena museum ini terdiri dari beberapa bagian dari masa lalu (era kolonialisme, era kemerdekaan, dan pasca kemerdekaan), masa kini dan masa depan pertanian. 

Untuk diketahui, peresmian museum ini merupakan gagasan dari pemerhati pertanian dan Menteri Pertanian beberapa periode sebelumnya. Seperti Sjarifuddin Baharsjah (Menteri Pertanian Indonesia,1993-1998), Anton Apriyantono (Menteri Pertanian 2004-2009), Suswono (Menteri Pertanian 2009-2014) dan Rusman Heriawan (Wakil Menteri Pertanian 2011-2014).

"Museum ini memberikan gambaran bagi generasi millenial bahwa usaha di pertanian tetap sangat menjanjikan. Bahkan dengan semakin sempitnya lahan, perlu adanya kreativitas dari millenial. Dan harapannya, museum ini bisa memunculkan hal tersebut," tutur Suswono.

Harapan serupa juga diungkapkan oleh Menteri Pertanian Indonesia,1993-1998, Sjarifuddin Baharsjah. Menurutnya, pertanian di masa depan kian menantang sehingga membutuhkan kreativitas millenial sambil belajar akar sejarah pertanian di Indonesia.

"Untuk menggali keberhasilan (pertanian) di masa depan. Dan pertanian menjadi terhormat di Indonesia," tegasnya. Sehingga diharapkan museum ini menjadi wahana edukasi dan kegiatan ilmiah pertanian berskala internasional. 

 

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018