Thursday, 23 September 2021


Reduktan Herbisida Indonesia Tembus Negeri Jiran

23 Mar 2021, 15:23 WIBEditor : Yulianto

Pelepasan ekspor reduktan herbisida milik PT. Pandawa Agri Indonesia | Sumber Foto:Dok. Pandawa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pemerintah saat ini terus mendorong ekspor produk pertanian. Salah satu program utamanya adalah Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks). Menyambut program pemerintah itu, PT. Pandawa Agri Indonesia melepas ekspor perdana salah satu produk inovasi andalan perusahaan yaitu reduktan herbisida Weed Solut-ion ke Malaysia.

Peresmian ekspor perdana Weed Solut-ion dilakukan di Kawasan Kantor dan Pabrik Pandawa Agri Indonesia yang berlokasi di Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, Banyuwangi-Jawa Timur, pada Rabu (17/3).

Hadir pada kesempatan ini yaitu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arief Setiawan, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banyuwangi Dede Abdul Ghani, Kepala Kecamatan Kabat Susanto Wibowo, Kepala Desa Benelan Lor Khorul Anam, serta Pengganti Sementara (Pgs) Pemimpin Bisnis Pemasaran BNI Endra Sulistiono.

“Kami sangat berterima kasih kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang sudah membantu dan memfasilitasi ekspor perdana ini hingga bisa terlaksana,” ujar CEO Pandawa Agri Indonesia, Kukuh Roxa.

Kukuh berharap, ekspor perdana ini menjadi jalan pembuka untuk pengembangan produknya ke negara-negara lain. Apalago, sudah banyak negara seperti di ASEAN telah mempunyai regulasi untuk mengurangi penggunaan pestisida, namun belum memiliki solusinya. “Untuk itu, kami berusaha untuk terus memperluas cakupan distribusi produk kami,” katanya.

Kukuh mengatakan, selama ini pihaknya berfokus untuk menyuplai kebutuhan perkebunan besar multinasional di Indonesia yang mayoritas di luar Pulau Jawa. Bahkan hingga kini telah berhasil mengurangi penggunaan pestisida hingga 1 juta liter.

Kami harap dengan terlaksananya kegiatan      ekspor ini, ke depan juga bisa berkontribusi ke Banyuwangi, sehingga Banyuwangi bisa menjadi kabupaten pertama di Indonesia, bahkan di dunia yang mampu menurunkan penggunaan pestisida secara signifikan di bidang pertanian,” tutur Kukuh.

Sementara itu Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengatakan, bangga atas usaha pemuda asal Banyuwangi tersebut. Dengan adanya produk reduktan pestisida sangat membantu masalah petani khususnya di Banyuwangi.

Apa lagi saat ini produk tersebut sudah tembus pasar luar negeri. Tentu saja hal itu menjadi kebanggan tersendiri bagi masyarakat Banyuwangi sebagai ikon inovasi pertanian Banyuwangi.

Acara pelepasan ekspor perdana Weed Solut-ion ditandai dengan pemecahan kendi oleh CEO Pandawa Agri Indonesia dan Bupati Banyuwangi sebagai simbolisasi makna pembukaan pintu rejeki dan kelancaran usaha yang akan dilakukan. Pandawa Agri Indonesia memberangkatkan satu kontainer tahap awal sebanyak 20 ton Weed Solut-ion untuk digunakan di perkebunan kelapa sawit milik negara terbesar di Malaysia.

 --

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

Reporter : Iqbal
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018