Sunday, 12 April 2026


Kemendag Gelar Pasar Murah 3 Hari, Harga Sembako Lebih Terjangkau

19 Feb 2026, 07:23 WIBEditor : Gesha

Kementerian Perdagangan menggelar pasar murah selama tiga hari jelang Ramadan 2026. Program ini menyediakan sembako dan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kementerian Perdagangan menggelar pasar murah selama tiga hari jelang Ramadan 2026. Program ini menyediakan sembako dan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat.

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag) menggelar pasar murah selama tiga hari untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat menjelang Ramadan 2026. Kegiatan ini berlangsung pada 18–20 Februari 2026 di lapangan parkir kantor Kemendag, Jakarta.

Pasar murah dibuka langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso. Program ini diinisiasi oleh Koperasi Pemasaran Niaga Sejahtera sebagai bentuk sinergi koperasi pegawai dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menteri Perdagangan yang akrab disapa Mendag Busan mengatakan pasar murah menjadi langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Hingga tiga hari ke depan, Kemendag menggelar pasar murah menyambut Ramadan dan Idulfitri. Selain menyediakan kebutuhan masyarakat dengan harga lebih terjangkau, pasar murah juga menjadi ajang promosi produk UMKM,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Menurut Budi Santoso, pasar murah diharapkan mampu menjaga stabilitas harga serta memperkuat daya beli masyarakat menjelang bulan puasa. Ia berharap pasokan kebutuhan pokok tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.

Kegiatan ini digelar tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Seluruh penyelenggaraan merupakan hasil inisiatif mandiri dan kolaborasi internal koperasi.

Sebanyak 75 pelaku UMKM turut berpartisipasi dengan menyediakan berbagai produk pangan lokal dan kebutuhan konsumsi harian, mulai dari bahan pokok hingga produk sandang.

Mendag juga menekankan pentingnya pengelolaan koperasi secara profesional dan transparan agar memberikan manfaat maksimal bagi anggota.

Sekretaris Jenderal Kemendag sekaligus Ketua Koperasi Pemasaran Niaga Sejahtera, Isy Karim, menyampaikan pasar murah diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan dengan skala yang lebih besar.

Koperasi tersebut berdiri sejak 1978 dan saat ini memiliki sekitar 1.210 anggota atau sekitar 42 persen dari total pegawai Kemendag.

Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pengunjung yang memanfaatkan program ini. Salah satu pengunjung, Endang, mengaku menemukan sejumlah komoditas menarik seperti minyak goreng dan pakaian dengan harga terjangkau.

Sementara itu, pengunjung lain yang juga pegawai Kemendag, Tasya, menilai pasar murah sangat membantu masyarakat, terutama perantau yang membutuhkan akses mudah terhadap pangan lokal.

Selain menggelar pasar murah, Kemendag juga terus memantau harga dan pasokan bahan pokok melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) menjelang Ramadan dan Lebaran.

Berdasarkan data per 13 Februari 2026, harga sejumlah komoditas secara nasional relatif stabil, antara lain daging sapi Rp133.618 per kilogram dan bawang putih Rp36.875 per kilogram.

Harga minyak goreng rakyat merek MINYAKITA tercatat Rp16.020 per liter, turun dari sebelumnya sekitar Rp16.800 per liter, meski masih di atas harga eceran tertinggi Rp15.700 per liter. Penurunan ini dinilai sebagai dampak positif kebijakan tata kelola minyak goreng terbaru.

Namun, beberapa komoditas masih berada di atas harga acuan, seperti daging ayam ras Rp40.259 per kilogram dan telur ayam ras Rp30.570 per kilogram. Pemerintah memastikan terus berkoordinasi dengan kementerian, pemerintah daerah, dan Satgas Pangan untuk menjaga kelancaran distribusi.

Terkait kenaikan harga cabai rawit, Mendag menjelaskan faktor curah hujan tinggi menjadi penyebab terganggunya distribusi meskipun produksi cukup.

Dengan pasar murah dan pengawasan harga yang terus diperketat, pemerintah berharap kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau dan pasokan pangan nasional tetap stabil menjelang Ramadan.

Reporter : NATTASYA
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018