
Produk UMKM seperti Pempek Crunchy, Tahu Walik, hingga Minuman Jahe kini resmi hadir di kereta api. Jutaan penumpang jadi target pasar, camilan lokal siap temani perjalanan
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Produk UMKM seperti Pempek Crunchy, Tahu Walik, hingga Minuman Jahe kini resmi hadir di kereta api. Jutaan penumpang jadi target pasar, camilan lokal siap temani perjalanan.
Peluang pasar baru bagi produk UMKM pangan kini terbuka lebar lewat layanan kereta api.
Enam produk lokal terpilih resmi hadir di gerbong kereta, menyasar jutaan penumpang yang melintas setiap tahunnya.
Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau langsung kehadiran produk lokal ini pada Selasa sore (24/2) di Stasiun Gambir, Jakarta, dalam rangkaian perjalanan KA Argo Sindoro tujuan Semarang Tawang.
“Kami meluncurkan produk-produk UMKM yang sekarang sudah tersedia di layanan kereta api. Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan PT KAI dan PT KAI Services, serta Kementerian Perhubungan, untuk memfasilitasi produk-produk UMKM kita masuk ke kereta api,” ujar Mendag Budi Santoso.
Keenam produk UMKM yang kini tersedia adalah Pempek Crunchy, Kulit Ayam Crispy, Tahu Walik, Keripik Singkong Panggang, Stik Keju Ulir, dan Minuman Jahe Rempah.
Semua telah melalui proses kurasi ketat dari 50 produk unggulan, termasuk pembinaan kualitas, kemasan, keamanan pangan, hingga kesesuaian dengan standar layanan transportasi publik.
Kehadiran produk-produk ini membuktikan kemampuan UMKM menembus captive market, seperti ekosistem stasiun dan layanan di atas kereta api.
Mendag Budi menyebut, saat ini terdapat 15 jalur kereta intercity dengan volume penumpang mencapai 51 juta orang per tahun.
“Ini potensi pasar yang cukup besar. Terlebih saat momen Lebaran, mobilitas meningkat seiring arus mudik. Kami akan terus membantu produk UMKM kita agar semakin dikenal masyarakat, salah satunya dengan menyasar para penumpang kereta api,” tambahnya.
Kementerian Perdagangan memfasilitasi enam produk mamin UMKM untuk masuk ke jaringan bisnis anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero), yakni PT Reska Multi Usaha atau KAI Services.
Empat produk sudah tersedia di kereta restorasi pada 15 Kereta Api Jarak Jauh, termasuk Argo Bromo Anggrek, Gajayana, Jayabaya, dan Majapahit.
Dua produk lainnya dipasarkan di empat Loko Café, antara lain di Stasiun KCIC Halim, Stasiun Tugu, Loko Café Bandung, dan Loko Café Malioboro.
Menhub Dudy mengapresiasi inisiatif ini dan berharap produk UMKM bisa dipasarkan lebih luas, tidak hanya di kereta api, tetapi juga di moda transportasi lain seperti bus, kapal, stasiun, pelabuhan, hingga bandara.
Sementara itu, pemilik UMKM Olasing, Sri Widiana atau Ana, menyatakan kegembiraannya.
“Saya mendapat pengalaman baru dengan masuk ke jaringan PT KAI. Semoga produk saya bisa menjadi unggulan dan terus berlanjut, sehingga semakin banyak orang bisa membeli dari mana saja,” ujarnya.
Penumpang kereta juga menyambut positif kehadiran produk lokal.
Alifta, penumpang tujuan Malang, mengatakan, dirinya tertarik mencoba camilan lokal.
"Daripada beli makanan berat, mending camilan-camilan saja," sebutnya.
Senada, Suryono, penumpang dari Yogyakarta, menambahkan, kalau banyak produk bisa hadir di KAI, banyak orang tertarik juga dan lebih banyak pilihan.
Usai meninjau kereta restorasi, Mendag Budi dan Menhub Dudy membagikan produk lokal dari Kahf, Oh My Glam (OMG), dan Maore kepada penumpang KA Argo Sindoro.
Mereka juga mengunjungi stan pameran Gerakan Kamis Pakai Lokal (GASPOL) di pelataran parkir Stasiun Gambir, yang menampilkan kosmetik, fesyen, tas, dan aksesori dari merek lokal.
Kehadiran produk UMKM di layanan kereta api diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah, tetapi juga memberi pengalaman baru bagi jutaan penumpang untuk menikmati cita rasa lokal selama perjalanan.