Tuesday, 10 March 2026


Operasi Pasar Digencarkan! Bapanas Jaga Harga Pangan Tetap Bersahabat

25 Feb 2026, 08:51 WIBEditor : Gesha

Operasi pasar digencarkan Badan Pangan Nasional untuk menjaga harga pangan tetap stabil selama Ramadan hingga jelang Idul Fitri. Pemerintah memastikan pasokan aman, distribusi lancar, dan masyarakat bisa memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Operasi pasar digencarkan Badan Pangan Nasional untuk menjaga harga pangan tetap stabil selama Ramadan hingga jelang Idul Fitri. Pemerintah memastikan pasokan aman, distribusi lancar, dan masyarakat bisa memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

Menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, pemerintah tancap gas menjaga stabilitas harga bahan pokok. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan pangan nasional dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Di saat yang sama, operasi pasar hingga Gerakan Pangan Murah terus digencarkan agar harga tetap terkendali dan daya beli masyarakat terjaga.

Langkah ini menjadi respons atas dinamika harga musiman yang lazim terjadi menjelang bulan puasa. Namun, berdasarkan hasil pemantauan di berbagai daerah, gejolak harga disebut mulai mereda dan bergerak menuju stabilitas.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menjelaskan bahwa kenaikan harga pada sejumlah komoditas lebih dipengaruhi faktor cuaca serta kelancaran distribusi dari daerah produsen, bukan karena keterbatasan stok atau produksi nasional.

Menurutnya, peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan memang selalu diikuti tekanan harga pada komoditas tertentu. Meski begitu, pemerintah memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga dan jalur distribusi berjalan lancar.

“Memasuki Ramadan, kebutuhan masyarakat meningkat dan biasanya diikuti tekanan harga pada komoditas tertentu. Namun hasil pemantauan kami menunjukkan pasokan tersedia, distribusi terus berjalan, dan harga mulai kembali menyesuaikan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (25/2/2026).

Pantauan lapangan yang dilakukan bersama Satgas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan menunjukkan mayoritas komoditas berada pada level stabil. Salah satu indikator terlihat dari kondisi harga di Pasar Way Batu, yang berlokasi di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

Di pasar tersebut, harga beras medium tercatat Rp13.500 per kilogram sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Sementara beras SPHP dijual Rp12.000 per kilogram atau di bawah HET. Komoditas lain juga relatif stabil, seperti bawang merah Rp40.000 per kilogram, bawang putih Rp35.000 per kilogram, daging ayam ras Rp40.000 per kilogram, serta telur ayam ras Rp29.000 per kilogram.

Untuk minyak goreng rakyat, harga Minyakita terpantau Rp15.500 per liter, masih berada di bawah HET. Sementara itu, harga daging sapi berada di kisaran Rp140.000 per kilogram dan tetap dalam rentang harga acuan pemerintah.

Selain pemantauan langsung, pemerintah juga memperkuat distribusi bahan pangan strategis melalui jaringan resmi, terutama minyak goreng rakyat, agar menjangkau masyarakat hingga wilayah dengan akses terbatas. Upaya ini menjadi bagian dari strategi menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan yang terus bergerak dinamis.

Tak hanya memastikan stok tersedia, pemerintah juga aktif melakukan intervensi pasar. Bersama pemerintah daerah, Bapanas menggencarkan Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai wilayah, khususnya daerah yang berpotensi mengalami lonjakan harga.

Program ini diharapkan mampu menekan spekulasi harga sekaligus memperpendek rantai distribusi yang kerap menjadi pemicu kenaikan. Operasi pasar juga menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga wajar sepanjang Ramadan hingga Idulfitri.

“Yang kita jaga bukan hanya ketersediaan, tetapi juga kelancaran distribusi supaya masyarakat bisa mendapatkan pangan dengan mudah dan harga tetap wajar,” kata Maino.

Upaya stabilisasi pangan juga mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa produksi pangan nasional dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.

Ia menyebut pemerintah terus memperkuat produksi melalui peningkatan luas tanam, optimalisasi lahan, serta dukungan kepada petani agar hasil panen tetap terjaga meski menghadapi tantangan cuaca.

“Kami memastikan produksi pangan nasional aman dan mencukupi. Pemerintah terus meningkatkan produktivitas pertanian serta menjaga pasokan dari daerah sentra agar kebutuhan masyarakat terpenuhi dan harga tetap stabil,” ujar Amran.

Menurutnya, sinergi antara produksi, distribusi, dan stabilisasi harga menjadi kunci menjaga ketahanan pangan nasional. Ia menambahkan, penguatan sektor hulu hingga hilir dilakukan secara terpadu agar gejolak harga dapat ditekan sejak awal.

Pemerintah juga terus memantau kondisi cuaca yang berpengaruh terhadap produksi pangan, terutama pada komoditas hortikultura. Langkah antisipasi dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan kelompok tani untuk menjaga kelancaran pasokan dari sentra produksi ke pasar.

Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan, stabilitas harga pangan menjadi perhatian utama pemerintah. Operasi pasar yang digelar di berbagai daerah diharapkan mampu menjadi penyeimbang antara permintaan dan pasokan, sekaligus menjaga daya beli masyarakat tetap kuat.

Bagi masyarakat, kestabilan harga pangan bukan sekadar angka di papan pasar, melainkan jaminan ketenangan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pemerintah pun berupaya memastikan bahwa momentum Ramadan dan Idulfitri dapat dijalani tanpa kekhawatiran berlebih terhadap lonjakan harga bahan pokok.

Dengan pasokan yang terjaga, distribusi yang diperkuat, serta operasi pasar yang terus digencarkan, pemerintah optimistis stabilitas harga pangan nasional dapat dipertahankan. Upaya kolektif ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memastikan meja makan masyarakat tetap terisi sepanjang Ramadan hingga Idulfitri.

Reporter : NATTASYA
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018