Rabu, 24 Juli 2019


Petani : Please, Harga Jagung Jangan Anjlok saat Panen

08 Peb 2019, 10:34 WIBEditor : Gesha

Petani curhat agar harga tidak anjlok saat panen | Sumber Foto:HUMAS KEMENTAN

Guna mengantisipasi kekawatiran petani akan anjloknya harga jagung saat panen raya, pemerintah melalaui Kementerian Pertanian (Kementan) sudah menggandeng Perum Bulog.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Lamongan --- Petani Kabupaten Lamongan berharap harga jagung pada musim panen awal Februari hingga Maret tahun ini tak anjlok. Bahkan sampai meminta Perum Bulog untuk membeli jagung petani yang siap panen dengan harga wajar.

"Kalau panen awal Februari tahun ini harganya cukup bagus. Kami bisa menjual dengan harga Rp 3.500/kg jagung pipilan basah. Kalau pipilan kering harganya Rp 6.000/kg," kata salah satu petani Lamongan, Kamijo, saat berdialog langsung di sela panen jagung di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), Rabu (6/2).

Kamijo juga mengungkapkan, panen jagung awal tahun ini sangat menguntungkan petani. Bahkan, produktivitas jagung yang ditanam di Lamongan rata-rata 7-8 ton/ha. 

"Saat ini harganya cukup bagus. Karena itu harga jagung pada panen ke depan jangan sampai anjlok. Kalau harganya anjlok pemerintah kami harap bisa mengantisipasinya," paparnya.

Harapan yang sama juga disampaikan Barno. Petani Lamongan ini mengaku menanam jagung di lahan 0,5 ha Desember tahun lalu dan pada Maret ini sudah siap panen.

"Kami perkirakan produktivitasnya antara 7-8 ton/ha. Kalau tentang harga jagung saat ini cukup bagus, Rp 6.000 (pipilan kering) dan Rp 3.500 (pipilan basah)," kata Barno.

Barno juga berharap, harga jagung untuk musim panen 2-3 bulan ke depan harganya stabil seperti saat ini.

"Kami berharap harganya tetap baik. Tapi, panen saat ini bertepatan dengan musim hujan. Kami kawatir kualitas jagung turun, sehingga harganya anjlok," papar Barno.

Guna mengantisipasi kekawatiran petani akan anjloknya harga jagung saat panen raya, pemerintah melalaui Kementerian Pertanian (Kementan) sudah menggandeng Perum Bulog.

"Kami sudah mengajak Perum Bulog untuk menyerap jagung petani apabila harganya anjlok di bawah harga pembelian pemerintah (HPP)," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, saat berdialog dengan sejumlah petani di sela panen jagung di Kabupaten Lamongan, Jatim.

Amran juga menegaskan, pemerintah tidak membiarkan petani jagung rugi di saat panen raya. Karena itu, Perum Bulog sudah disiapkan untuk menyerap jagung petani. 

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018