Senin, 18 Februari 2019


Berkat KUR, Sudah 687.897 Peternak Terbantu Modalnya

10 Peb 2019, 10:52 WIBEditor : Gesha

Adanya KUR Peternakan membantu peternak dengan kepastian modal usaha | Sumber Foto:ISTIMEWA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Kredit Usaha Rakyat (KUR) kini telah menyentuh subsektor peternak, kurang lebih ada sekitar 687.897 peternak yang terbantu modalnya selama empat tahun terakhir.

"Jangan takut KUR habis, karena kita siapkan banyak (plafonnya). Manfaatkanlah untuk membeli peralatan yang produktif," tutur Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat melakukan teleconference dengan seorang peternak sapi asal Sinjai, Amirudin saat acara penyerahan KUR peternakan rakyat di Desa Pande Sari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur.

Untuk diketahui,  Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan program prioritas pemerintah dalam mendukung UMKM dan koperasi berupa kebijakan pemberian kredit untuk pembiayaan modal kerja dan/atau investasi kepada debitur, baik debitur perseorangan, badan usaha, dan/atau kelompok usaha yang produktif dan layak, namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan belum cukup.

Pada kesempatan tersebut Menteri Darmin juga mengatakan bahwa sangat perlu mengembangkan peternakan untuk mengurangi impor daging dan sapi bakalan.

Karenanya, pengguliran dana KUR menjadi salah satu solusi untuk memberikan akses permodalan kepada peternak. Tercatat sejak 2015 hingga 2018, KUR Peternakan sudah dinikmati oleh 687,897 debitur dengan total plafon sebesar Rp14,4 triliun.

"KUR adalah untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif, meningkatkan kapasitas daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta penyerapan tenaga kerja. KUR diharapkan dapat menggerakkan perekonomian di pedesaan yang dikelola oleh rakyat," tutur Menko Darmin.

Karena itu, rakyat bisa membuka pekerjaan sendiri, sehingga generasi muda pedesaan tidak perlu mengandalkan lapangan kerja dari pabrik atau mencari pekerjaan ke kota. Dengan KUR dapat berwirausaha, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan membangun desa.

KUR dengan plafon maksimal Rp 500 Juta rupiah diharapkan dapat membantu peningkatan skala usaha minimal 6 ekor per peternak. KUR peternakan rakyat merupakan perluasan jenis KUR yang dulu hanya dapat diakses oleh perseorangan saat ini dapat diakses oleh kelompok, baik yang sudah berbadan hukum maupun yang belum.

KUR juga menyediakan fasilitas bayar setelah panen atau “yarnen”. “Kalau ada bank yang tidak mau memberikan cicilan dibayar setelah panen, laporkan ke saya," tegasnya.

Menko Darmin juga menyarankan untuk beternak secara berkelompok, dengan berkelompok, maka perencanaan usaha akan lebih terstruktur dan mudah, serta skala usaha lebih efisien. Masing-masing anggota bisa saling mengingatkan dan membantu bila ada permasalahan.

Sebagai upaya meningkatkan akses pembiayaan untuk usaha peternakan, Pemerintah kembali menyalurkan KUR khusus peternakan rakyat, secara serentak di 6 (enam) daerah.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir menyampaikan, total penyaluran KUR Peternakan Rakyat yang disalurkan khusus pada hari ini sebesar Rp 21,29 Miliar kepada 205 debitur, dengan rincian: Malang Rp 1,7 Miliar kepada15 debitur; Magelang  Rp 1,6 Miliar kepada 12 debitur; Garut Rp 12,98 Miliar kepada 150 debitur; Lampung Tengah  Rp1,9 Miliar kepada 12 debitur; Sumba Timur  Rp2,3 Miliar kepada 13 debitur; dan Sinjai  Rp 725 juta kepada 3 debitur.

Sementara itu, Asisten II Perekonomian Pemprov Jawa Timur Wahid Wahyudi menyampaikan apresiasi atas digulirkannya KUR khusus peternakan. Jawa Timur berkontribusi 14 persen terhadap perekonomian nasional, kontribusi terbesar adalah dari industri pengolahan, kedua dari perdagangan dan kontribusi terbesar ketiga dari peternakan, walau perkembangan peternakan relatif kecil. 

Menurutnya, Jatim punya potensi yang tinggi di sektor peternakan. Data tahun 2018 menunjukkan jumlah sapi potong mencapai 4.6 jt ekor, atau 30?ri populasi nasional. Sama halnya dengan sapi perah, sebanyak 278 ribu ekor atau 51 persen dari populasi nasional.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita mewakili Menteri Pertanian  Andi Amran Sulaiman menyerahkan secara simbolis bantuan alat pencacah pakan ternak (chopper), penampung susu dan peralatan instalasi biogas.

I Ketut Diarmita menyampaikan, KUR Peternakan Rakyat merupakan bagian KUR Khusus yang diberikan kepada  kelompok yang dikelola secara bersama dalam bentuk klaster, dengan menggunakan mitra usaha baik penjamin pasar (off taker) maupun penjamin kredit (avalis). terutama untuk peternakan sapi dan ternak perah.

Sedangkan KUR peternakan dapat dimanfaatkan untuk untuk komoditas peternakan rakyat baik pembibitan dan budidaya sapi, domba dan kambing,  ternak perah, babi,  unggas, serta integrasi pertanian/perkebunan dengan peternakan.

Realisasi KUR  sub sektor peternakan lebih tinggi dibandingkan Realisasi KUR Sektor Perikanan dan Sektor Konstruksi, dimana pada tahun 2018 sebesar 5,06 Triliun Rupiah dengan jumlah debitur sebanyak 222.264. 

Ia sebutkan bahwa penyaluran KUR peternakan rakyat per tanggal 9 Februari 2019 telah disalurkan kepada 69 peternak di Wonogiri dan Magelang sebesar 8,9 milyar dengan offtaker PT Widodo Makmur Perkasa dan BUMP PT Pengayom Tani Sejagat.

Reporter : Enno
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018