Minggu, 14 April 2024


Permudah Layani Petani, Corin Perbanyak Cabang Alsintan

15 Mar 2023, 04:16 WIBEditor : Yulianto

Berbagai jenis alsintan produksi Corin | Sumber Foto:Dok. Corin

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---PT. Corin Mulia Gemilang dengan brand andalan Maxxi tetap konsisten berperan aktif dalam KUR Alsintan untuk mekanisasi pertanian bagi petani. Untuk memudahkan pelayanan bagi petani, perusahaan tersebut membuka berbagai cabang.

Perusahaan yang berlokasi di Mojokerto dengan luas lahan sekitar 3 hektar ini mempunyai 20 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Diantaranya showroom yang ada di Sragen, Kudus, Subang, Sumsel, Lampung, dan Cirebon

Hari Prabowo, direktur PT. Corin Mulia Gemilang mendukung penuh program KUR Alsintan karena meningkatnya kebutuhan Alsintan yang cukup signifikan. faktor peningkatan kebutuhan Alsintan tersebut ada tiga. Pertama, keterbatasan jumlah tenaga kerja yang mau terjun ke dunia pertanian.

Semakin hari kebutuhan alsin semakin banyak karena adanya ekstensifikasi maupun intensifikasi, dan sekarang ini jumlah tenaga kerja yang mau ke dunia pertanian terbatas. Bagaimana susahnya cari tenaga untuk panen. Bahkan tenaga semprot tanam pun mulai susah," katanya.

Kedua, harga alsintan seperti mesin panen padi atau panen jagung relatif mahal, bahkan  setara dengan harga mobil Rp 400-500 juta. Ini menjadi kendala, sehingga perlu bantuan regulasi dari pemerintah, terutama KUR Alsintan.

Ketiga, bagi pelaku usaha jasa alsintan seperti UPJA, CV ataupun perorangan, secara bisnis pengambilan KUR sangat layak sebagai terobosan dan pendanaan dalam upaya peningkatan kehidupan yang layak. Bahkan seorang pengusaha bis asal Cirebon mulai beralih ke bisnis persewaan alsintan meskipun tanpa KUR. “Di Cirebon pun ada orang yang sudah punya usaha bis, sedikit beralih untuk menyewakan Alsintan walaupun mereka tidak lewat KUR,” ujarnya.

Sementara untuk KUR tahun ini akan ditetapkan bunga 3?ngan uang muka 10% tanpa jaminan. Namun wacana ini masih menunggu Permentan. Sehingga selama Januari - Februari Corin tetap berjalan dengan skema lama.

Saat ini Corin memproses sekitar lima pengajuan yang sedang menunggu survei dari Bank Sumsel Babel. Bahkan sudah lolos BI checking. Sedangkan tiga pengajuan lainnya melalui bank anggota Himbara. “Sampai Januari atau Februari ini sudah ada 2 atau 3 yang sudah disalurkan,” katanya.

Hari menegaskan, KUR Alsintan perlu dikawal. Sebab, beberapa pihak bank seperti Bank Sumsel dan BNI yang telah menjalin kerjasama masih ada keraguan dalam cicilan. Pihaknya ingin mengurangi resiko agar debitur tidak menunggak.

Upaya yang dilakukan adalah membuka dan mendekatkan showroom lengkap dengan sparepartnya.  Upaya ini sebaga langkah jika terjadi kerusakan, maka pemilik alsintan tidak harus menunggu lama yang bisa memperlambat kerja mesin. Sementara disaat panen mereka kerja terus tanpa henti.

“Beberapa jenis sparepart seperti filter oli atau rantai yang sering terganggu atau ganti.  Kami juga siapkan GPS-nya untuk melihat mesin bekerja atau tidak. Karena di saat panen mereka kerja terus tanpa henti,” kata Hari.

Hari mengatakan, produk Corin sudah banyak dipakai dan sangat teruji di lapangan. Didukung tenaga-tenaga service yang bisa mengcover. Bahkan, setiap showroom minimal ada 4 orang tenaga service maupun operator terlatih yang siap untuk dipanggil. “Ini merupakan upaya dalam mengurangi resiko kemacetan cicilan yang sudah dilakukan Corin hampir setahun. Showroom yang tersebar merupakan salah satu yang utama untuk mensukseskan program KUR Alsintan,” katanya. 

Reporter : Dede
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018