Jumat, 21 Juni 2019


46 Titik di DKI Jakarta Digelar OP Bawang Merah dan Putih

12 Apr 2019, 11:13 WIBEditor : Yulianto

Kepala BKP, Agung Hendriadi saat melepas kendaraan OP | Sumber Foto:Clara

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Harga bawang merah dan bawang putih yang terus merangkak naik membuat pemerintah akhirnya turun tangan. Dalam lima hari (12-16 April) akan digelar operasi pasar (OP) di 46 titik, 39 diantaranya pasar DKI Jakarta.

Selain di Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Pasar Minggu, OP yang dilakukan dengan menggandeng Gapoktan LUPM, PT. Food Station Tjipinang Jaya dan CV. Cahaya Bahari ini juga  digelar di 46 lokasi. Diantaranya 39 pasar, 2 kecamatan, 3 kelurahan dan 1 perumahan di wilayah Jakarta.

“Kita kan sudah bekerjasama dengan PD Pasar Jaya. Kita diberikan lapak permanen di 43 titik. Nah, kita manfaatkan lapak-lapak tersebut untuk OP,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi saat melepas kendaraaan operasional OP di TTIC, Pasar Minggu,m Jumat (12/4).

OP ini dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 96/2018. Permendag tersebut mengatur harga acuan terendah bawang merah rogol Rp 18 ribu/kg, kalau di bawah harga acuan Perum Bulog harus menyerapnya. Sedangkan harga acuan tertinggi Rp 32 ribu/kg. Namun jika di atas harga tersebut Perum Bulog harus melakukan OP.

OP yang digelar Kementerian Pertanian, volume bawang merah yang dijual kepada masyarakat  sebanyak  10 ton dengan harga Rp 20 ribu/kg dan 10 ton bawang putih dengan harga Rp 23.500/kg. Selain itu, ada 4 ton cabai merah keriting dengan harga Rp 18 ribu/kg.

Agung menegaskan, pemerintah akan menambah volume pasokan jika masih belum mencukupi permintaan masyarakat selama 5 hari OP. Jadi lanjut Agung, OP bertahap selama 5 hari. Hari pertama ada di 9 titik, hari kedua 8 titik, ketiga 9 titik, keempat 9 titik dan kelima 10 titik.

Kenapa bertahap? Karena fungsi OP ini kan untuk mempengaruhi harga di pasaran. Kalau ternyata di berpengaruh (harga turun), kita stop OP-nya. Tetapi kalau di pasaran masih tinggi, kita lanjutkan,” tutur Agung.

Menurut Agung, OP ini ilakukan, karena melihat ada kecenderungan harga bawang merah dan bawang putih yang meningkat. Jadi melalui OP  diharapkan harga bisa stabil dan kembali normal.

Kenaikkan harga bawang merah dan putih, terjadi karena berbagai faktor. Untuk bawang merah harganya meningkat karena faktor cuaca. Rata-rata harga bawang merah di pasaran mencapai Rp 60 ribu/kg, sedangkan untuk bawang putih Rp 55 ribu/kg.

Agung mengatakan, di sentra bawang sebenarnya areal luas pertanamannya seperti biasa, yakni 90 ribu ha/bulan, tetapi karena cuaca yang tidak menentu (lebih cenderung curah hujan tinggi), produksinya mengalami penurunan. “Kalau untuk bawang putih Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) sudah keluar. Sebentar lagi akan datang stok yang baru,” katanya.

Berdasarkan perhitungan dari Kementerian Pertanian, akhir April atau awal Mei, harga bawang merah dan putih akan menurun. Hal ini karena pasokan dari sentra produksi dan impor bawang putih sudah masuk ke pasaran.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Yasid Taufik mengatakan, di awal Mei beberapa sentra bawang merah sudah mulai panen. Lalu RIPH sudah keluar untuk 8 perusahaan importir bawang putih sebanyak 120 ribu ton.

Berdasarkan laporan di awal Mei, Kediri akan panen bawang merah 600 ha, lalu Madiun 300 ha, begitu juga di Brebes akan mulai panen. Jadi dalam jangka waktu 10-15 hari akan panen besar dan tentu berdampak pada harga. Begitu juga bawang putih, akan masuk 120 ribu ton dan diperkirakan akan mencukupi 3-4 bulan ke depan karena kebutuhan rata-rata per bulannya adalah 40 ribu ton.

Dimana lokasi OP? Berikut ini tempatnya.

Reporter : Clara
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018