Selasa, 17 September 2019


Operasi Pasar Terus Dilakukan Sampai Harga Normal

09 Mei 2019, 13:33 WIBEditor : Gesha

kenaikan harga ini tidak akan berlangsung lama, setelah Idul Fitri akan kembali normal. Dengan demikian, kenaikan harga saat ini hanya sesaat, karena memang di bulan Ramadhan hingga Lebaran, permintaan pasti tinggi. | Sumber Foto:INDARTO

Kenaikan harga ini tidak akan berlangsung lama, setelah Idul Fitri akan kembali normal. Dengan demikian, kenaikan harga saat ini hanya sesaat, karena memang di bulan Ramadhan hingga Lebaran, permintaan pasti tinggi.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Memasuki bulan Ramadhan dan jelang Idul Fitri, masyarakat biasanya melakukan rush untuk menyetok  telur maupun bawang. Sehingga, pada Ramadhan dan jelang Idul Fitri kerap terjadi fluktuasi harga pangan. Karena itu, operasi pasar akan terus dilakukan sampai harga menjadi normal.

“Kementerian Pertanian terus melakukan monitoring harga. Apabila, harga telur ayam belum normal maka operasi pasar akan dilanjutkan hingga harga kembali normal,” papar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendardi saat menghadiri OP telur ayam ras di Pasar Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (8/5).

Namun Agung meyakini, kenaikan harga ini tidak akan berlangsung lama, setelah Idul Fitri akan kembali normal. Dengan demikian, kenaikan harga saat ini hanya sesaat, karena memang di bulan Ramadhan hingga Lebaran, permintaan pasti tinggi. "Kendati demikian,  pemerintah terus berupaya menstabilkan harga dan menyediakan pasokan yang cukup,” kata Agung.

Untuk diketahui, harga telur ayam ras di sejumlah pasar tradisional di Jakarta memasuki bulan Ramadhan tahun ini melonjak hingga Rp 26 ribu/kg. Guna menstabilkan lonjakan harga telur tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan operasi pasar (OP) di Pasar Palmerah, Jakarta Barat (Jakbar) dengan harga Rp 23 ribu/kg.

“Lonjakan harga telur ayam ini sangat membebani konsumen, sehingga pemerintah harus melakukan intervensi dengan cara operasi pasar supaya harga telur ayam kembali stabil,” jelasnya.

Menurut Agung, pemerintah sudah menjalin kerjasama dengan PD. Pasar Jaya. Bahkan,  pihaknya telah melakukan survei 3 hari menjelang Ramadhan di 40 pasar tradisional. Dalam survei tersebut, ada 7 pasar tradisional yang harga telur ayam sudah di atas Rp 25 ribu/kg.

“Karena itu, sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, harga telur ayam harus normal, karena harga ditingkat peternak masih stabil di angka Rp 22 ribu/kg,” ujar Agung.

Dalam kesempatan tersebut Agung mengatakan, jumlah telur ayam  yang akan diguyur pada operasi pasar ini sebanyak 7 ton.  Telur ayam tersebut sesuai rencana akan diguyur ke sejumlah pasar tradisional.

Dalam kesempatan yang sama,  Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Kementan, Fini Murfiani mengatakan harga telur saat ini secara umum sudah kondusif dan di peternak layer pun sudah bagus, yakni di kisaran Rp 22 ribu/kg.

Namun harga telur ayam di Pasar Palmerah dan enam pasar lainnya yang ada  di Jakarta, mengalami kenaikan harga telur hingga Rp 26 ribu/kg. 

“Makanya  kami lakukan operasi pasar telur ayam dengan harga 23 ribu/ kg, agar harga stabil. Sedangkan untuk luar daerah, kami serahkan kepada pemerintah daerah masing-masing daerah,” ujar Fini.

Sementara itu, Manager PD. Pasar Palmerah, Muhridwan mengapresiasi langkah yang ditempuh pemerintah untuk menstabilkan harga telur ayam dengan OP. 

“Kami menyambut positif dan mendukung adanya gelar pangan murah. Hal ini bertujuan untuk menstabilkan harga di pasar tradisional,  yang langsung diterima oleh konsumen,” katanya.

Muhridwan juga mengakui,seminggu yang lalu harga telur  di pasar tradisional memang naik di kisaran Rp 26 ribu/kg. "Jadi kami sangat senang sekali hari ini sudah turun, karena  ada operasi pasar,” ujarnya.

OP yang dilakukan pemerintah juga mendapat sambutan masyarakat.  Menurut Bu Nur (55), salah satu pembeli telur OP menyatakan, sangat senang karena harga telur ayam sudah turun menjadi Rp 23 ribu/kg , dari sebelumnya Rp 26 ribu/kg.

"Telur harganya murah ini bikin kami masyarakat senang. Mudah-mudahan ini dilakukan terus selama Ramadhan. Kalau harga murah kan masyarakat jadi senang,” ujarnya.

Selain di Pasar Palmerah, Kementan juga secara serentak menggelar operasi pasar telur ayam di 6 pasar yang ada di wilayah Jakarta yang harga telur mengalami kenaikan hingga Rp 26 ribu/kg.  Diantara pasara tradisional yang akan dilakukan OP itu adalah Pasar Petojo Hilir, Pulo Gadung, Pluit, dan pasar Glodok.

 

Reporter : INDARTO
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018