Tuesday, 03 August 2021


Ungkit Level Mekanisasi

08 Jun 2021, 12:45 WIBEditor : Yulianto

Mekanisasi dan milenial | Sumber Foto:Istimewa

Bantuan mekanisasi yang pemerintah berikan sebenarnya masih belum seberapa. Namun dampaknya telah mengungkit level mekanisasi pertanian di Indonesia. Misalnya, pada 2014 level mekanisasi baru 0,22 Horse Power (HP) per hektar, dalam tempo lima tahun naik menjadi 1,68 HP per hektar.

Jika dibandingkan dengan Amerika Serikat masih relatik kecil. Negara Paman Sam level mekanisasinya sudah 17 HP per hektar. Bahkan dengan negara Asean pun, Indonesia terbilan masih lebih rendah. Negeri Jiran Malaysia sudah 2,4 HP, Thailand 2,5 HP per hektar. Indonesia unggul sedikit dengan Vietnam yang hanya 1,5 HP per hektar.

Kunci kemajuan pertanian salah satunya adalah mekanisasi. Contoh Amerika Serikat dan Jepang sebagai negara yang terbilang maju di sektor pertaniannya. Kedua negara tersebut level mekanisasi masing-masing mencapai 17 HP per hektar dan 16 HP per hektar.

Namun untuk mengejar peningkatan level mekanisasi ini, Kementan tetap berhati-hati. Sebab tidak bisa dipungkiri, beberapa bantuan alsintan yang diberikan pada 2015-2017 sudah mulai mengalami penurunan performa. Nilai ekonomisnya sudah turun. Misalnya untuk alsintan TR2, umur ekonomisnya paling 2 tahun, sedangkan TR roda 4 paling tidak 4 tahun.

Bantuan besar-besaran pada 2015-2017 sangat dimungkinkan kini kemampuan alsintannya sudah mulai menurun.  Karena itu harus dijaga, tetap dioptimalkan supaya produktifitas itu tetap bisa dipertahankan.

Sebenarnya, untuk bisa meningkatkan level mekanisasi ini, Kementan hanya cukup mempertahankan anggaran untuk alsintan di angka Rp 1,5-2 triliun per tahun. Sayangnya, karena Covid-19, Kementan mengalami pemangkasan anggaran. Namun demikian dipastikan, Kementan akan terus melakukan optimalisasi terhadap bantuan yang telah diterima untuk memastikan level mekanisasi pertanian bisa naik  atau minimal tetap bertahan dari yang ada saat ini sebesar 1,68 HP per hektar.

Untuk memastikan bantuan alsintan tetap beroperasi, Kementan akan memaksimalkan kerja Unit Pelayanan Jasa Alat Mesin Pertanian (UPJA) dan penyuluh pertanian. Selain itu, juga tengah menyiapkan peta struktur‎ tanah untuk memastikan bantuan tersebut tepat lokasi dan tepat guna.

Selain itu, juga memaksimalkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada petani untuk  pembelian alsintan ini. Tak bisa dipungkiri, belanja alsintan selama lima tahun belakangan ini, sudah mulai membuat banyak petani di beberapa daerah tertarik untuk mengadakan sendiri.

Petani tidak lagi tergantung pada bantuan pemerintah pusat. Kementan sendiri telah membuat peta sebaran alsintan ini berdasarkan kuadran mengacu pada berbagai faktor mulai dari kepemilikan lahan, sumberdaya manusia, minat generasi muda, kemampuan pengembalian modal bisnis, pendampingan bisnis, dan populasi alsintan untuk bisnis.

Reporter : Hendy Fitriandoyo
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018