
Mentan SYL panen di Pangkep
TABLOIDSINARTANI.COM, Pangkep---Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendorong petani padi di Desa Pinaikang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan untuk memacu produktivitas lahan dengan melakukan tiga kali tanam. Pola tanam semacam itu perlu dilakukan mengingat Pangkep adalah kabupaten subur yang memiliki potensi besar dalam sektor pertanian.
Apalagi, Kementerian Pertanian saat ini sudah memiliki varietas unggul yang bisa mempercepat usia panen dengan hasil produksi yang sangat maksimal. “Begini, kalau kau cuma 2 kali tanam, berarti kau cuma pakai 12 bulan itu hanya 6 bulan dalam setahun. Lalu setengahnya kau buang. Nah sekarang kita harus gunakan apa yang ada agar bisa kita tanam dulu sambil tunggu rentangan tanam lagi," ujar SYL, Senin (19/7).
SYL mengatakan, untuk memanfaatkan sisa waktu yang 6 bulan berikutnya, para petani bisa melakukan olah taman jagung, kedelai atau kacang hijau yang memiliki banyak permintaan ekspor. Untuk itu, waktu yang enam bulan sisanya harus diintervensi.
“Boleh jagung boleh. boleh kedelai boleh. Tanah itu di kepala saya tidak boleh nganggur selama lebih dari 20 hari. Sekarang bisa buat 3 kali tanam dan Pangkep itu bagus banget," katanya.
Untuk mewujudkan hasil yang maksimal, SYL berjanji akan membantu petani Pangkep dengan Alsintan berupa Combain Harvester. Alat mesin tersebut bisa mempercepat masa panen, sehingga tanah yang ada bisa dipersiapkan untuk masa tanam berikutnya.
"Selesaikan pakai combain ya. Kalau mau pakai kedelai hitam, ubi kayu dan lain-lain juga bisa. Pak Dirjen tolong mainkan bibitnya. Pak Bupati saya titip Pangkep agar menjadi contoh pertanian modern," katanya.
SYL menambahkan, semua kegiatan pertanian di Kabupaten Pangkep sudah dihitung matang, sehingga hasilnya bisa memenuhi kebutuhan lokal maupun nasional. Seperti halnya yang dikatakan Bapak Presiden bahwa pertanian itu jangan hanya melihat data, namun juga turun ke lapangan seperti apa kondisinya.
“Alhamdulillah produksinya bagus. Saya lihat sekarang para Bupati para Gubernur turun langsung ke lapangan. Ini yang terus kita dorong sehingga produktivitas kita meningkat," tuturnya.