Wednesday, 21 October 2026


Harga Gabah Dinikmati Petani

22 Dec 2022, 07:13 WIBEditor : Yulianto

Petani panen padi

Sementara itu Kelompok Kontak Tani Andalan dan Nelayan (KTNA) Nasional  menilai, petani di akhir tahun 2022 menikmati harga gabah dan beras yang menguntungkan.

Mengacu data BPS, harga gabah kering panen di tingkat petani pada November dibanding Oktober 2022 sebesar Rp 5.397/kg naik 0,81 persen, gabah kering giling Rp 5.785/kg, turun 1,79 persen. Sedangkan harga gabah di luar kualitas Rp 5.021/kg naik 3,62 persen.

Adapun harga beras medium di penggilingan naik 0,78 persen atau Rp 10.122/kg dan beras premiumnya naik 1,05 persen atau Rp 10.512/kg. Selanjutnya beras di luar kualitas Rp 9.542/kg.

Ketua Umum KTNA Nasional, M. Yadi Sofyan Noor mengapresiasi upaya pemerintah yang terus menjaga harga gabah/beras. Jika naik, maka masih dalam kondisi wajar, sehingga menguntungkan petani. Harapanya pun harga gabah/beras pada musim panen raya 2023 nanti dapat seperti saat ini.

"Mengapa harga gabah dan beras harus tetap bagus, ya karena selama ini kan harga pupuk naik, pestisida naik, upah juga naik. Bahkan kebutuhan sehari hari juga pada naik. Jadi wajar harga sekarang gabah ini," ucapnya.

Mewakili petani, Sofyan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, sehingga sekarang ini petani memperoleh harga layak. Sebelumnya harga gabah rendah sekali, padahal biaya produksi sudah naik.

Di sisi lain, Yadi membantah jika dikatakan harga beras Indonesia merupakan termahal di dunia. Faktanya mengacu data globalproductprice.com, harga beras Indonesia itu rangkingnya jauh di bawah.

"Harga beras di Indonesia itu normal. Jika dibandingkan harga beras dunia. Kita itu diurutan atau rangking ke 87 dengan harga 0,76 dollar AS/lg. Harga beras paling mahal itu di Prancis, tembus 4 dollar AS lebih. Kemudian disusun Jepang, Amerika Serikat, Rusia dan negara lainya," tuturnya.

Reporter : julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018