Wednesday, 21 October 2026


Tiga Kunci Manajemen Teknis

18 Jan 2024, 11:33 WIBEditor : Yulianto

Gerdal Tikus di Subang

Dalam manajemen tikus, Swastiko menjelaskan tiga kata kunci krusial. Pertama, keterpaduan berbagai metode pengendalian, mulai dari sanitasi, kultur teknis, fisik, mekanis, biologi, hingga kimia, yang dipadukan secara kompatibel. Kedua, pentingnya kebersamaan dalam upaya pengendalian populasi hama tikus sawah. Ketiga, prinsip keberlanjutan, yang menandakan bahwa upaya pengendalian harus terus dilakukan setiap musim tanam.

Dalam manajemen tikus, metode fisik atau mekanis dapat ditingkatkan dengan mengintegrasikan teknologi terkini seperti Internet of Things (IoT). “Aplikasi handphone dapat mendeteksi perangkap yang berhasil menangkap tikus,” katanya.

Namun, ia mencatat biaya operasional cenderung tinggi, berbeda dengan pengendalian hayati menggunakan musuh alami seperti Tyto alba, musang, garangan, dan ular tikus yang lebih ekonomis. Karenanya, Swastiko menyarankan alternatif dengan mengadopsi pendekatan kultur teknis. Misalnya, penggunaan trap crop dan sistem push-pull repellent sebagai solusi untuk mengelola populasi tikus.

Sayangnya, menurutnya, kedua metode tersebut tidak dapat digabungkan dalam hamparan padi. Sebagai alternatif, metode budidaya lainnya mencakup tumpangsari padi gogo dan palawija atau pohon buah, sistem jajar legowo, serta tanam padi serempak pada area sawah.

Selain itu, Swastiko menyoroti pentingnya sanitasi atau kebersihan lingkungan sebagai upaya manajemen lainnya. Lingkungan yang bersih dapat mengurangi daya tarik bagi tikus, menciptakan kondisi yang tidak menguntungkan bagi hama tersebut.

Sanitasi lingkungan bertujuan untuk membuat tempat tikus tidak nyaman karena tikus tidak menyukai kondisi lingkungan yang bersih. Lokasi yang dibersihkan adalah saluran pematang, tanggul dan lainnya. “Manajemen tikus melibatkan tiga faktor penting yakni ekologi, ekonomi dan sosiokultural.  Selain memperhatikan aspek lingkungan dan biaya, pengendalian hama tikus juga harus mampu memberikan dampak sosial positif bagi masyarakat,” tuturnya.

Pengendalian hama tikus memerlukan peran aktif dan kerjasama petani/kelompok tani serta tokoh masyarakat dan harus dilakukan terus menerus mulai pratanam hingga menjelang panen dengan menggunakan berbagai teknik secara terpadu.  Pengelolaan hama tikus penting dilakukan sebelum periode siklus perkembangbiakannya

Reporter : Gsh
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018