
Inneke Kusumawaty, bersama tim sebagai Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan melaksanakan koordinasi strategis dan monitoring di sejumlah wilayah, Sabtu (11/4).
TABLOIDSINARTANI.COM, Bengkulu – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui UPT BBPKH Cinagara memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya percepatan tanam dan peningkatan produksi pangan nasional di Provinsi Bengkulu.
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, bersama tim sebagai Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan melaksanakan koordinasi strategis dan monitoring di sejumlah wilayah, Sabtu (11/4).
Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Balai Besar Riset dan Mekanisasi Pertanian (BBRMP) terkait progres kegiatan dan rencana tanam di Desa Sukarami, Kabupaten Rejang Lebong. Pertemuan tersebut juga membahas penguatan infrastruktur pengairan melalui usulan irigasi perpipaan dan dam parit.
Koordinasi turut melibatkan Direktorat Konservasi Lahan Pertanian yang diwakili Arfin guna memastikan kesesuaian teknis dan dukungan kebijakan berjalan selaras.
Inneke menegaskan bahwa ketersediaan air menjadi faktor krusial dalam mendukung keberhasilan percepatan tanam.
“Ketersediaan air harus dipastikan melalui perencanaan irigasi yang matang dan terintegrasi agar budidaya berjalan optimal,” ujarnya.
Selanjutnya, tim melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu terkait monitoring lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR). Kegiatan ini dilakukan bersama Balai Lingkungan dan Irigasi Pertanian (BLIP) Palembang untuk memverifikasi kondisi lahan dan kesiapan teknis menjelang masa tanam.
Koordinasi lintas sektor juga dilaksanakan di Kabupaten Seluma dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pembahasan difokuskan pada sinkronisasi program CSR, pengajuan irigasi pompa, irigasi perpipaan, dam parit, serta kesiapan tanam.
Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa sebagian alat dan mesin pertanian telah diterima, sementara sisanya masih dalam proses pengiriman.
Sebagai tindak lanjut, tim melakukan monitoring langsung ke lahan CSR di Talang Kebun seluas 5 hektare yang direncanakan menjadi lokasi tanam serempak.
“Kami memastikan seluruh tahapan berjalan paralel, mulai dari kesiapan irigasi, alsintan, hingga jadwal tanam. Lahan yang sudah siap tidak boleh tertunda,” tegas Inneke.
Ia menambahkan, monitoring akan terus dilakukan secara berkala guna menjaga konsistensi pelaksanaan program di lapangan.
Secara terpisah, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa percepatan tanam merupakan strategi utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Percepatan tanam harus dilakukan secara masif dan terukur dengan dukungan seluruh pihak, dari pusat hingga daerah,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia dan kolaborasi lintas sektor.
“Brigade Pangan berperan tidak hanya dalam percepatan tanam, tetapi juga dalam meningkatkan kapasitas petani agar adaptif terhadap teknologi dan tantangan lapangan,” jelasnya.
Melalui koordinasi intensif dan monitoring lapangan, Kementan optimistis percepatan tanam di Bengkulu dapat berjalan optimal serta berkontribusi pada peningkatan produksi dan ketahanan pangan nasional.



