
Brigade Pangan Maju Jaya yang beranggotakan pemuda tani di Desa Kedawung, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, melaksanakan gerakan tanam serempak di lahan optimalisasi lahan (oplah), Jumat (22/5/)
TABLOIDSINARTANI.COM, Banjarnegara ---Kalangan pemuda kini tak lagi malu untuk turun ke sawah. Seperti pemuda tani di Desa Kedawung, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Bergabung dalam Brigade Pangan, mereka melakukan tanam padi serempak dalam program pemerintah.
Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) terus mengoptimalkan peran Brigade Pangan dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional melalui peningkatan produksi padi.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Brigade Pangan Maju Jaya yang beranggotakan pemuda tani di Desa Kedawung, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, melaksanakan gerakan tanam serempak di lahan optimalisasi lahan (oplah), Jumat (22/5).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Tanam Serentak yang dilaksanakan di 26 provinsi di Indonesia dengan target tanam mencapai sekitar 50 ribu hektare. Program tersebut mencakup lahan optimalisasi lahan (oplah) tahun 2024 seluas 21.093 hektare, oplah tahun 2025 seluas 27.472 hektare, serta lahan cetak sawah rakyat (CSR) tahun 2025 seluas 1.700 hektare.
Dalam pelaksanaan gerakan yang dipusatkan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa percepatan tanam menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan indeks pertanaman.
Menurutnya, gerakan ini diharapkan mampu mendorong petani melakukan percepatan tanam pascapanen sehingga intensitas tanam meningkat dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.
“Percepatan tanam perlu dilakukan dengan memanfaatkan sisa air pada penghujung musim hujan agar tanaman dapat tumbuh optimal sebelum memasuki periode kering,” ujarnya.
Idha juga menekankan pentingnya pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan), seperti rice transplanter, drone pertanian, dan teknologi modern lainnya untuk mempercepat proses tanam, meningkatkan efisiensi, serta membantu mengatasi keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.
Ia mengingatkan, penyuluh dan petani agar kegiatan tanam tidak hanya dilakukan saat momentum gerakan tanam serentak, melainkan berlangsung secara berkelanjutan dengan pendampingan intensif di lapangan.
“Tanam harus terus berjalan setiap hari, tidak hanya saat gerakan tanam serentak saja. Penyuluh juga harus tetap semangat mendampingi petani dalam kegiatan pertanaman di wilayah masing-masing,” pesannya.

Strategi Penting
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, percepatan tanam serentak merupakan strategi penting dalam menjaga stabilitas produksi pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan ancaman kekeringan.
“Percepatan tanam dilakukan untuk menjaga momentum produksi nasional agar kebutuhan pangan tetap terpenuhi di tengah ancaman kekeringan dan perubahan iklim,” kata Mentan Amran.
Sebagai langkah mitigasi menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang, Menteri Pertanian juga telah menerbitkan surat edaran kepada pemerintah daerah. Surat tersebut menekankan penguatan kesiapsiagaan melalui pemetaan wilayah rawan kekeringan, pendataan sumber air, serta optimalisasi indeks pertanaman.
Selain itu, langkah antisipatif juga diperkuat melalui percepatan tanam, pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, penggunaan benih tahan kekeringan, hingga pembangunan infrastruktur air seperti embung, long storage, dan sumur bor guna menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
Mewakili Direktur Polbangtan Yoma, M. Lutfan Makmun, Koordinator Lapangan wilayah Jawa Tengah menyampaikan bahwa hingga saat ini Kabupaten Banjarnegara telah menyelesaikan tanam pada lahan optimalisasi seluas 750 hektare.
“Kami terus mendorong optimalisasi kinerja Brigade Pangan melalui pemanfaatan alsintan untuk mendukung percepatan tanam dan peningkatan produktivitas,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Pertanian telah menyalurkan bantuan alsintan berupa combine harvester dan traktor roda empat untuk mendukung pengelolaan lahan di wilayah tersebut.
“Bantuan ini merupakan bentuk dukungan Kementan untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Jawa Tengah,” tambahnya.
Ia berharap program Brigade Pangan dapat mempermudah petani dalam mengelola lahan, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani di daerah.