Wednesday, 28 October 2026


PerBup Pengaturan Air, Jadi Komitmen Indramayu Jaga Produksi Nasional

27 Jun 2019, 17:27 WIBEditor : Gesha

Untuk memastikan agar pola distribusi air benar-benar terlaksana dengan baik dan bisa nikmati oleh para petani, Supendi mendatangi saluran induk Cipelang yang berada di Desa Jatisura.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Indramayu --- Ancaman kekeringan dan gagal panen yang menghantui pertanian Kabupaten Indramayu, Jawa Barat langsung ditangani oleh Bupati Indramayu, Supendi. Bahkan Peraturan Bupati tentang Pengaturan Air pun tengah dipersiapkan.

Pemerintah Kabupaten Indramayu telah mengeluarkan kebijakan pengelolaan gilir giring untuk distribusi air baku di saluran induk Cipelang terutama pada saluran induk barat untuk musim gadu (MT II) tahun 2019.

Kebijakan langkah 37 yakni 3 hari untuk BBT 14 ke hulu yang merupakan wilayah PSDA Cikedung, dan 7 hari BBT 14 ke hilir yang merupakan wilayah PSDA Losarang.

Untuk memastikan agar pola distribusi air benar-benar terlaksana dengan baik dan bisa nikmati oleh para petani, Supendi mendatangi saluran induk Cipelang yang berada di Desa Jatisura.

Dirinya menyusuri saluran air tersebut yang tembus ke Desa Amis, Cikedung, Rajasinga, Plosokerep, Kendayakan,  Manggungan, Rancahan, dan lainnya.

Kepala Bidang Operasi Pemeliharaan BBWS, Harya Muldiyanto yang menemui langsung Bupati Indramayu mengatakan, pihaknya tetap berusaha semaksimal mungkin agar pasokan air ke Indramayu tetap stabil.

Hal ini dikarenakan Bendung Rentang masih tergantung dari suplai Waduk Jatigede yang menjadi sumber air . Terkait dengan permintaan tambahan debit, pihaknya harus melihat terlebih dahulu kebutuhan riil petani yang ada di Kabupaten Indramayu karena pihaknya pun tidak boleh sembarangan menambah debit air.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan), Ali Jamil, selaku Ketua Tim Penanggung Jawab Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai (UPSUS Pajale) Provinsi Jawa Barat mengatakan, pihaknya merespon positif upaya yang dilakukan oleh Bupati Indramayu.

Kementan sepakat bahwa lahan sawah yang telah ditanami padi harus diselamatkan agar Kabupaten Indramayu tetap menjadi lumbung padi nasional untuk mendukung ketahanan pangan.

“Bupati Indramayu setuju akan membuat Peraturan Bupati (Perbup) untuk pengaturan air. Karena memang berdasarkan laporan teman-teman petani kemarin ada beberapa air sudah dibuka tapi di ujung belum dapat, mungkin dikucurkan kemana dulu, padahal yang di ujung sudah jadwalnya,” terang Ali pada wartawan tabloidsinartani.com

Ali menegaskan ia pun telah meminta kepada kepala dinas pertanian untuk mengawal Perbup tersebut.

Supaya dalam waktu dekat bisa diselesaikan dan diterbitkan. Agar bisa dimanfaatkan dengan baik di lapangan.

Ia mengapresiasi keputusan Bupati Indramayu membuat Perbup, sehingga komitmen dengan pengaturan air di lapangan dapat segera dilaksanakan.

Karena selama ini adakalanya sudah waktunya golongan 3 mendapat air, tapi masih dipakai oleh golongan 2, padahal seharusnya golongan 2 sudah selesai.

“Pokoknya kita harus selamatkan petani yang sudah menanam padi, kalau memang dibutuhkan penambahan debit karena kondisi dilapangan mengharuskan hal itu, maka kita support BBWS ini untuk bisa menambahkan debit air ke saluran Cipelang yang ke Indramayu,” tegas Jamil. 

 

Reporter : Tiara
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018