Wednesday, 21 October 2026


Budidaya Padi Sehat Serentak, Geliat Peningkatan Produksi Pangan di Tanah Rencong

24 Jul 2019, 10:00 WIBEditor : Yulianto

Plt Gubernur, wakil ketua DPRA, Bupati Abdya dan Kadistanbun Aceh melakukan tanam perdana

Program budidaya padi sehat serentak bertujuan agar penanaman padi dapat dilakukan serentak dan berkesinambungan, sehingga dapat meiminimalisir dampak serangan hama dan penyakit tanaman

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh Barat Daya--- Geliat untuk memacu peningkatan produksi padi dalam rangka mempercepat program swasembada pangan nampak dari Bumi Rencong Aceh. Setelah sukses melucurkan klaster IP 300 di kabupaten Aceh Besar April 2019 lalu, upaya mendongkrak produksi padi di Bumi Rencong kini mulai melebar ke wilayah barat dan selatan.

Selain wilayah Pantura Aceh yang membentang dari Kabupaten Aceh Besar sampai Aceh Tamiang, wilayah Barsela (barat selatan) Aceh mulai dari Kabupaten Aceh Jaya sampai Aceh Singkil, merupakan wilayah potensial untuk pengembangan komoditi padi sawah.

Gebrakan yang dilakukan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh di wilayah Barsela kali ini adalah meluncurkan program Budidaya Padi Sehat Serentak yang dipusatkan di Desa Blang Dalam, Kecamatan Sosoh Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Program budidaya padi sehat serentak bertujuan agar penanaman padi dapat dilakukan serentak dan berkesinambungan, sehingga dapat meiminimalisir dampak serangan hama dan penyakit tanaman.

Disebut sehat, karena program penanaman padi ini hanya menggunakan pupuk organik. Dengan demikian, padi yang dihasilkan merupakan padi organik yang tentu saja sehat dan aman untuk dikonsumsi, namun tetap mepertahankan produktifitas yang tinggi.

Tanam perdana program budidaya padi sehat serentak untuk musim gadu tahun 2019 ini dilakukan Plt. Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT bersama Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, SH , Wakil Ketua DPRA, Dalimi dan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, A. Hanan, SP, MM serta unsur Forkopimda kabupaten Abdya, Minggu (14/7).

Seluruh penyuluh pertanian yang bertugas di daerah ini juga ikut terlibat langsung dalam kegiatan ini, bahkan sudah turun berperan aktif mulai dari proses pengolahan lahan dan penyiapan benih. Sementara UPT Mekanisasi Pertanian dibawah koordinasi Kepala UPT, drh. Ahdar, MP langsung mengawal proses pengolahan lahan dengan menerjunkan puluhan personel dan menurunkan berbagai alsintan milik mereka.

Potensi Besar

Seperti diketahui, sebagian besar areal sawah di Kabupaten Abdya memiliki ketersedian air yang cukup sepanjang tahun, sehingga sangat cocok untuk penerapan indeks pertanaman (IP) 3 kali setahun sebagai kelanjutan dari program Klaster 300.

Ketika memberikan sambutan sebelum melakukan tanam perdana, Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyebutkan, salah satu varietas padi terbaik di Aceh berasal dari Aceh Barat Daya. Daerah ini menjadi salah satu penyokong hasil pertanian padi di Aceh. Bahkan diyakini varietas padi di Aceh tidak kalah dari daerah-daerah lainnya.

“Kita punya update varietas yang tidak kalah dari daerah lain,  bahkan ada yang kita research dan kita kembangkan itu sudah terverifikasi oleh perguruan tinggi,” ungkap Nova. Varietas padi yang dimaksud Nova, tidak lain adalah varietas padi lokal Abdya yang dikenal dengan padi Batatu atau Batat Tuang alias Varietas ‘Bandel’.

Dinamai varietas Batat (bandel), karena jenis padi ini cukup resisten terhadap kekeringan, sehingga tidak butuh perawatan khusus, namun produktivitasnya tetap tinggi. Varietas ini telah diteliti Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dan diharapkan bisa dilepa Kementerian Pertanian sebagai varietas padi unggul lokal nasional pada tahun 2020 yang akan datang.

Lebih lanjut Nova mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Aceh sangat memprioritaskan program peningkatan produksi padi di daerah ini dengan mengalokasikan anggaran yang memadai, karena kedepan, Aceh diharapkan mampu menjadi salah satu lumbung pangan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Nova juga mengajak kalangan generasi muda di Aceh untuk tidak segan terjun ke dunia pertanian. Kabupaten Abdya memiliki prospek dan potensi untuk menjadi lumbung pangan, khususnya padi. “Ini butuh peran aktif generasi muda disini. Untuk itu saya berharap generasi muda di Aceh juga turut berperan aktif dalam upaya peningkatan produksi padi di daerah ini. Padi Abdya bisa jadi primadona ekonomi dimasa yang akan datang,”  tutur Nova

Reporter : Fathan MT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018