Jumat, 06 Desember 2019


Brigade, Motor Penggerak Kostratani di Kecamatan

12 Nov 2019, 15:24 WIBEditor : Gesha

Dalam menggerakkan pertanian di tingkat kecamatan, beragam brigade akan menjadi motor penggerak salah satunya adalah brigade alsintan | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Komando Strategi Pembangunan Pertanian tingkat kecamatan (Kostratani) saat ini memang sedang akan dikembangkan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang ada di kecamatan. Dengan adanya Kostratani, peran BPP akan lebih diperkuat sehingga pertanian di daerah berjalan dengan baik. Selain penyuluh, beragam brigade juga akan menjadi motor penggerak.

“Di kecamatan itulah sebenarnya paling mengerti tentang pembangunan pertanian. Apalagi di dalamnya terdapat 16 tenaga fungsional bidang pertanian plus Danramil, Bhabinkamtibmas, Mantri Statistik dan masih banyak yang lainnya,” terang Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi dalam setiap kesempatan.

Lebih lanjut Prof Dedi menuturkan bahwa Kostratani ini tidak berjalan begitu saja, melainkan di bawahnya terdapat brigade-brigade yang menjadi motor penggeraknya. Brigade bekerja sesuai dengan komoditi pertanian apa yang dikembangkan di desa tersebut (brigade spesifik lokasi).

"Jadi misalnya di daerah tersebut komoditi yang dikembangkan adalah peternakan, berarti di sana terdapat beberapa brigade yang sangkut pautnya mengenai peternakan. Contohnya adalah brigade Inseminasi Buatan (IB), brigade kesehatan ternak, dan masih banyak lainnya. Dapat dikatakan brigade-brigade inilah yang sebenarnya motor penggerak pembangunan pertanian di kecamatan,” ungkapnya.

Dengan adanya brigade ini dapat diketahui bahwa setiap daerah mempunyai komoditi unggulan yang dapat dikembangkan. Tidak hanya terpatok pada tanaman pangan (terutama padi), melainkan setiap daerah mempunyai keragaman komoditi unggulan spesifik lokasi. Makanya brigade ini kerjanya penuh di lapangan.

“Kan Menteri Pertanian saat ini sedang fokus kepada 1 data yang datanya diperoleh dari masing-masing kecamatan. Nah, brigade ini fungsinya mempetakan bahwa setiap daerah mempunyai komoditi unggulan masing-masing. Data tersebut mereka laporkan ke Kostratani, baik dari luas areal lahannya hingga kejadian-kejadian luar biasa (misalnya serangan hama dan penyakit). Jadi nanti Konstratani dapat melaporkan secara jelas ke Kostranas (Komando Startegi Pembangunan Pertanian tingkat Nasional),” jelas Dedi.

Dalam Komando Startegi Pembangunan Pertanian, terdapat beberapa tingkatan. Kostratani wilayah berada di kecamatan, Komando Strategi Pembangunan Pertanian Daerah (Kostrada) berada di tingkat kabupaten, Komando Strategi Pembangunan Pertanian Wilayah (Kostrawil) berada di tingkat provinsi dan Kostranas berada di tingkat nasional.

“Walaupun berjenjang, Kostratani dapat melaporkan data langsung ke Kostranas dengan memanfaatkan teknologi (IT). Ini yang namanya pelaporan data real time (tepat waktu),” terang Dedi.

Dengan adanya pelaporan data langsung dari Kostratani ini, dapat diketahui kondisi pertanian secara terperinci. Jadi untuk penyaluran serta sasaran bantuan yang diberikan jelas, memang daerah tersebut membutuhkan. “Dengan real time ini, pusat langsung dapat menyalurkan bantuannya tepat waktu. Tidak hanya itu, jadi lebih tetap sasaran karena datanya langsung dari lapangan,” pungkas Dedi.

 

Reporter : Clara
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018