Wednesday, 22 January 2020


Gubernur NTB Minta KTNA Dukung Industrialisasi Pertanian

13 Jan 2020, 11:04 WIB

Pelantikan pengurus KTNA NTB | Sumber Foto:Syamsul R

TABLOIDSINARTANI.COM, Lombok---Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kini menuju daerah yang tengah membangun industrialisasi pertanian. Karena itu Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah berharap Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi NTB ikut mendorong pembangunan industri di wilayah tersebut.

Saat memberikan sambutkan dan  melantik ketua dan pengurus KTNA Prov. NTB, Gubernur NTB menekankan, keberadaan kelompok KTNA ini tidak hanya sekedar dilantik, namun untuk bekerja dan sebagi wadah untuk menjembatani aspirasi petani secara umum dan nelayan di NTB.

 

Ia berharap KTNA harus mampu memberikan solusi bagi permasalahan petani dan nelayan serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan. Bahkan dapat menghadirkan industrialisasi pertanian/perikanan yang moderm  dengan pola mengubah dari penghasil bahan mentah menjadi pengolahan.

 

Zulkieflimansyah mencontohkan, industri pengolahan pakan ikan yang dipamerkan dalam acara tersebut. Gubernur memberikan apresiasi terhadap industrialisasi pakan ikan itu, karena sesungguhnya itulah konsep industri yang ingin dikembangkan di NTB.

 

Dengan industrialisasi, hasil pertanian dan perikanan di NTB, selain memberikan nilai tambah bagi pemasukan daerah, juga akan mampu meningkatkan margin penghasilan petani dan nelayan di NTB,” katanya.

Untuk itu, ia berharap KTNA dapat membangun komunikasi dengan pemerintah dan pihak-pihak terkait agar segala kesulitan yang dihadapi dapat segera dibantu mengatasinya ungkapnya.

Sementara itu  Ketua KTNA NTB, Drs. H. Haerul Warismengatakan, sektor pertanian memberikan peran penting dalam penyedia pangan masyarakat Indonesia. Dengan berkontribusi langsung dan nyata dalam penyediaan bahan pangan, bahan baku industri, bioenergi, penyerapan tenaga kerja berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan, ekosistem lingkungan dan stabilitas nasional.

Salah satunya keberadaan KTNA yang merupakan organisasi independen dalam mengayomi kelembagaan petani dan nelayan. Lembaga itu juga menjadi mitra kerja pemerintah dalam mendorong memajukan dan meningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) bidang pertanian, perikanan dan kehutanan.

Hal tersebut disampaikanin saat Pelantikan Pengurus KTNA Provinsi NTB masa bakhti 2019-2024. Pelantikan tersebut dihadiri Gubernur NTB, DPRD Prov. NTB, BPTP Balitbangtan NTB, Instansi OPD terkait, pengurus KTNA se NTB, Penyuluh Provinsi, gapoktan dan kelompoktani. Pelantikan berlangsung di Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, beberapa waktu lalu.

Haerul berharap, KTNA sebagai organisasi kelembagaan petani yang independen mampu mengadopsi inovasi teknologi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan, serta menfasilitasi jejaring kemitraan usaha, bahkan melakukan advokasi dan pendampingan pada pelaku utama/pelaku usaha (petani).

Sehingga KTNA dapat menjadi jembatan antara petani nelayan dengan pemerintah untuk menyepakati dan menyelaraskan program pembangunan daerah baik pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan,” ungkapnya.

Pada acara kegiatan pengukuhan pengurus dipamerankan beberapa produk KTNA Kabupaten/Kota mulai dari jus polen dari sarang lebah, madu, pakan ikan, pertanian hidroponik, produk pengolahan hasil pertanian, tanamam dan buah organik dan lain-lain.

 

Reporter : Syamsul Riyadi
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018