Saturday, 15 August 2020


Dua BPP di Pandenglang Didaulat Jadi Kostratani

29 Jul 2020, 11:41 WIBEditor : Yulianto

BPP Mandalawangi resmi menjadi Kostratnai | Sumber Foto:Dok.Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM,Pandeglang---Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Mandalawangi dan BPP Kecamatan Cipeucang didaulat menjadi model BPP Kostratani di Kabupaten Pandeglang. Kedua BPP tersebut dinilai berkinerja cukup baik dan memenuhi syarat utama, serta kriteria yang ditetapkan. 

“Berdasarkan hasil survei ke lokasi, kedua BPP ini memenuhi syarat dan kriteria untuk ditetapkan jadi model BPP kostratani.  Atas kesepakatan  bersama antara Kepala Dinas Pertanian Kab. Pandeglang dengan kami dari PPMKP, maka ditetapkan BPP Model Kostratani BPP Mandalawangi dan BPP Cipeucang,” kata Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Yusral Tahir dalam sosialisasi Kostratani di Pandeglang, beberapa waktu lalu.

Kalangan penyuluh baik di Kecamatan Cipeucang maupun Mandalawangi menyambut baik apresiasi pemerintah tersebut. Koordinator Penyuluh BPP Mandalawangi, Dudi Supriyadi mengatakan, semua penyuluh di BPP-nya siap meningkatkan kinerja dan kualitas dalam penguasaan teknologi informasi (TI) dan keahlian lain di bidang teknologi pertanian terbaru.

Alhamdulillah semakin semangat. Apalagi saat ini percepatan teknologi pertanian dipadukan dengan bisnis sangat luar biasa e-commerce, salah satunya menjadi pendorong untuk penyuluh meningkatkan kualitas dalam penguasaan TI,“ tuturnya. 

Kecamatan yang memiliki luas lahan sawah 1,933 ha dan darat 2,942,6 ha ini memiliki komoditas unggulan padi, durian dan kopi. Bahkan kecamatan tersebut menjadi salah satu penghasil dan umbi talas yang terkenal dengan sebutan talas beneng (besar dan koneng/kuning).

Bahkan Kantor BPP yang terletak di Jalan Raya Mandalawang-Carita, KM 5, Pandegalang, Banten sudah dilengkapi dengan rumah pintar petani (RPP), serta demplot yang menjadi sarana petani belajar dan sering dijadikan lokasi magang mahasiswa.

Tidak hanya itu kecamatan yang memiliki 15 desa dengan enam orang penyuluh ini telah pula merasakan manfaat dari program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP). Dengan program IPDMIP merasa terbantu dari ketenagaan dengan adanya pendamping. Petani bergerak lagi untuk menata kelompok,” ujarnya.

Sementara itu Koordinator Penyuluh BPP Cipeucang, Yoyoh Rachmatunnisa mengungkapkan, saat ini sedang dalam tahap identifikasi untuk melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang IPDMIP. Pelaksanaan SL IPDMIP sudah masuk ke tahap identifikasi  tentang bagaimana kondisi kantor, petani, jaringan internet, fasilitas yang ada di BPP dan tentang  kelompok tani, ucapnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menegaskan, Kementan telah menginisiasi pembentukan BPP model Kostratani.  Kostratani merupakan gerakan pembangunan pertanian dengan basis kecamatan dalam rangka optimalisasi fungsi penyuluh.

Semangat dan keinginan penyuluh merupakan komponen penting dalam menunjuk BPP model,” ujarnya. Kostratani yang digagas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, lanjut Dedi bertujuan meningkatkan tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di tingkat kecamatan.

BPP ke depan menjadi pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jejaring dan kemitraan. Untuk itu, Dedi menekankan, BPP tidak hanya sebatas ruang lingkup penyuluhan sebagaimana selama ini berjalan.

Kostratani mewadahi seluruh unsur yang berperan dalam pembangunan pertanian. Diantaranya penyuluh, pengendali organisme pengganggu tanaman (POPT), petugas kesehatan hewan serta unsur lain bahkan lintas sektor. Selain itu, BPP diperankan dalam proses pengumpulan data lapangan yang akurat terpadu dengan BPS. Hal ini bertujuan untuk  untuk sinergi dengan para pihak terkait dalam upaya menuju single data, terutama dengan BPS dan ATR BPN.

 

Reporter : Regi (PPMKP)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018