Jumat, 21 Juni 2024


PPL dan Poktan di Nunukan Bersinergi Garap Lahan Tidur

08 Mei 2021, 13:29 WIBEditor : Ahmad Soim

PPL dan petani produktivkan lahan tidur di Nunukan | Sumber Foto: BPP Kecamatan Nunukan

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Nunukan -- Penyuluh Pertanian dan para petani di Nunukan, Kalimantan Utara bersinergi untuk memproduktifkan lahan tidur bagi peningkatan produksi pangan di Kalimantan Utara.

Demplot tanaman padi di Desa Binusan Dalam Kecamatan Nunukan Kabupaten Nunukan diharapkan dapat memotivasi kelompok tani guna meningkatkan produksi dan menggerakkan minat masyarakat untuk membuka lahan-lahan yang masih banyak dibiarkan atau tidak tergarap.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Nunukan, Masniadi mengatakan hal itu usai acara penanaman padi bersama dan penggunaan rice transplanter untuk demplot 1 hektar antara Kodim 0911 Nunukan dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Nunukan, Kamis (6/5/2021).

“Jadi dengan adanya kegiatan seperti ini, kita berharap tidak hanya pertanian yang terjun ke lapangan  menggerakkan masyarakat  untuk menguatkan ketahanan pangan, jadi ada lembaga lain termasuk aparat militer atau tentara, kita sangat bersyukur dan juga sangat mendukung apa yang bisa kita berikan kepada mereka akan kita bantu termasuk peminjaman alsintan dan mungkin juga dukungan sarana yang lainnya,” ujar Masniadi.

Di Desa Binusan Dalam saat ini masih banyak ditemukan lahan tidur yang belum digarap secara maksimal, padahal dahulunya lahan tersebut cukup produktif dan pernah ditanami tanaman seperti padi.

BACA JUGA:

“Salah satu kendala adalah tenaga kerja, selain itu juga pemilik lahan  tidak ada di tempat banyak bekerja di Malaysia, ada juga di kota tinggalnya,” katanya.

Kadis Masniadi meminta kepada PPL untuk menggerakkan masyarakat kalau bisa, seandainya tidak maka PPL lah yang meminjam lahan tersebut dan memanfaatkannya, “kan sayang kalau demplot seperti ini PPL juga yang bergerak kalau buka (lahan) sendiri kan lain, ada untungnya ada hasilnya masyarakat juga melihat bahwa usaha-usaha  seperti ini sangat menjanjikan,” jelasnya.

Ia menambahkan, dimasa pandemi seperti sekarang ini sulit sekali mencari pendapatan, arahnya yang paling (relatif) mudah itu ke pertanian, membuka lahan, tidak hanya saat ini tapi juga di luar masa pandemi nanti  juga harus berlanjut karena potensi untuk dikembangkan sangat terbuka bagi masyarakat sebagai tambahan penghasilan.

Terpisah, PPL wilayah binaan Desa Binusan Dalam, Yonatan Banne mengakui siap mecari lahan persawahan yang bisa dikerjakan, terutama lahan yang beberapa tahun belakangan ini tidak digarap oleh pemiliknya.

“Kita coba inventarisir lahan-lahan yang belum digarap maksimal lalu nantinya akan kita upayakan  dibuka kembali menjadi lahan persawahan  dengan menggunakan alsintan, kita akan bersinergi dengan anggota kelompok tani yang ada,” ungkapnya.

Memang selama ini keterbatasan tenaga kerja menjadi salah satu alasan petani membiarkan lahannya tidak digarap, kehadiran alsintan seperti transplanter padi ini diharapkan bisa mengatasi masalah yang dihadapi petani.

“Saat ini eksisting padi sawah di Binusan hanya 60 hektar dengan IP 200, dengan memanfaatkan lahan tidur diharapkan luasan tanam  bisa bertambah menjadi 2 kali lipat,” pungkasnya.

=== 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

Reporter : Ibnu Abas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018