Tuesday, 03 August 2021


Sandiaga Uno Beri Motivasi Peserta PKN Tingkat II Angkatan XVIII

18 Jul 2021, 09:46 WIBEditor : Yulianto

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno | Sumber Foto:Regi

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Siapa yang tak kenal dengan Sandiaga Uno? Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) bukan hanya sebagai seorang pejabat tinggi negara, tapi juga dikenal sebagai pengusaha terbilang sukses, bahkan mungkin juga seorang selebriti.

Nah,  pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2021 yang berlangsung di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian ini, peserta mendapat kejutan dengan hadirnya menteri milenial ini.

Kehadiran Menparekraf Sandiaga Uno yang memberikan meteri pelatihan menjadi daya tarik tersendiri dalam acara ini. Leadership style  saat ini menurut Sandiaga, adalah pemimpin yang inovatif. Menurutnya, masyarakat menginginkan bukan hanya ide lama dengan pengerjaan yang sama, tapi inovasi yang diperlukan dari pemimpin dan pemimpin juga yang memberikan contoh.

“ To lead, is to give an example, yang memberikan contoh, pemimpin yang memberikan inspirasi, to lead is to inspire. Bagaimana kita memberi inspirasi dan contoh yang baik sebagai teladan bukan do as I say , tapi do as I do. Bukan hanya melakukan apa yang kita berikan arahan tapi mengikuti apa yang kita terapkan dalam keseharian kita, “ tuturnya.

Bicara sederhana kata Sandiaga dimulai dari diri sendiri.  Jika bicara kerja keras, pemimpin itulah yang harus menunjukannya. “ Tunjukan pemimpin itulah yang turun tangan bekerja keras menyingsingkan lengan baju, ini yang disebut dengan pemimpin era 4.0,” tegasnya. 

Selain itu, pemimpin yang beradaptasi dengan teknologi digital, pemimpin yang terhubung dengan rakyatnya melalui platform. Banyak platform yang saat ini tersedia yang memberikan kesempatan langsung bersentuhan  dengan masyarakat.

Karena itu Iapun mengajak peserta untuk menerapkan etos kerja empat AS, yakni kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas. Dengan menerapkan etos kerja tersebut Ia yakin akan lahir ide – ide inovatif dan inspiratif dalam mengelola pertanian dan sektor lainnya sehingga tercapai pembangunan yang berkelanjutan.

 “Saya yakin di PKN akan lahir pemimpin – pemimpin yang berkompeten, gubernur – gubernur baru, bupati – bupati baru, menteri – menteri baru. Semuanya dengan konsep kerja empat AS, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas,” tegasnya di pertemuan virtual yang diikuti puluhan peserta lintas Kementerian dan Lembaga.

Hal senada disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat pembukaan beberapa waktu lalu. Mentan Syahrul menyampaikan bahwa pemimpin harus bisa bertindak secara cepat, cermat, dan akurat. "Jadi istilah yang selalu saya sampaikan, pemimpin itu harus CCA, yaitu cepat, cermat dan akurat," ujar Syahrul.

Selain itu, mantan gubernur dua periode Sulawesi Selatan itu juga menyampaikan bahwa pemimpin harus memiliki karakter yang selalu bersesuaian dengan tuntunan agama. "Pemimpin itu tidak harus di kantor, dimanapun bisa bekerja. Tetapi, pemimpin tidak boleh tidur atas tanggung jawab yang Tuhan berikan kepadanya. Kau mau sakit ke, apa ke, tetap bekerja," ujar Syahrul.

Sementara itu tujuan dari PKN Tingkat II ini disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi. Tujuan PKN ini adalah untuk mengembangkan kompetensi kepemimpinan strategis pada jabatan pimpinan tinggi pratama.

"Kemudian metodologi dari pengajaran ini karena saat ini kita sedang memasuki pandemi COVID-19 sesuai dengan surat edaran PAN-RB, surat edaran Kepala Administrasi Negara dan Surat edaran Sekretaris Kementan, maka untuk di awal pelatihan ini semuanya dilakukan secara online," ujar Dedi.

 

Reporter : Regi (PPMKP)
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018