Thursday, 23 September 2021


Pelatihan Petani dan Penyuluh, PPMKP Targetkan 2.597 Peserta dari Bumi Serambi Mekkah

26 Jul 2021, 17:33 WIBEditor : Yulianto

Kegiatan sosialisasi pelatihan petani dan penyuluh | Sumber Foto:Regi

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor—Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDMP Pertanian (BPPSDMP) akan menggelar Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Pertanian. Dengan pelatihan itu diharapkan dapat meng-upgrade keterampilan garda terdepan pembangunan pertanian tersebut.

Untuk menyukseskan pelatihan tersebut, Pusat Pelatihan manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor gelar program  Ngobrol Asyik Via Online (Brokoli), Jum’at (23/07/2021).

Selain melakukan sosialisasi, kepada petani, penyuluh, insan pertanian dan stakeholders di Provinsi Aceh  dalam program  yang diikuti 942 peserta dan  disiarkan juga melalui kanal Youtube PPMKP Ciawi  tersebut, petani, penyuluh, dan insan pertanian di 23 kabupaten di Provinsi Aceh terus didorong untuk segera melakukan registrasi online.

Kepala PPMKP Ciawi Bogor, Yusral Tahir mengatakan, setidaknya ada 2.597  penyuluh di wilayah paling barat Indonesia itu ditargetkan mengikuti pelatihan yang rencananya dilaksanakan 28 Juli – 1 Agustus 2021. Dari target tersebut sudah  hampir 100 persen penyuluh telah terdaftar sebagai peserta.

“Saya sangat mengapresiasi Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh yang terus berperan aktif mendorong para penyuluhnya untuk mendaftar guna mengikuti pelatihan. Harapannya tidak berhenti diangka target,” ucap Yusral kepada 942 peserta sosialisasi.

Pelatihan ini kata Yusral merupakan program peningkatan SDM petani dan penyuluh. Karena untuk membangun pertanian tidak hanya teknologi melainkan SDM yang paling utama. Dengan kompetensi SDM pertanian dalam teknologi baik mesin dan alat pertanian maupun teknologi budidaya, pasca panen dan pemasaran akan membawa Indonesia menjadi negara agraris yang maju.

“Teknologi tak ada artinya jika SDMnya lemah,” ujarnya. Karena itu, BPPSDMP terus meningkatkan kompetensi  SDM pertanian melalui pelatihan, sehingga apa yang diharapkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjadikan produk pertanian berkualitas tinggi, kontinyu dan berdaya saing bisa masuk pasar lokal maupun internasional dan membawa Indonesia menjadi negara agraris yang maju, bisa tercapai.

Dalam kesempatan yang sama Mukhlis, Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dan Perkebunan Distanbun Provinsi Aceh menuturkan, PR penting yang harus dikejar yakni target keikutsertaan petani. Untuk itu ia mendorong agar setiap penyuluh, terutama yang bertugas dilapangan agar aktif merangkul dan mengajak petani mengikuti pelatihan yang dinilainya amat penting ini.

Untuk keikutsertaan penyuluh Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh mencatat tidak hanya penyuluh ASN (PNS dan PPPK) saja yang antusias mendaftar melainkan juga para penyuluh swadaya. “Setidaknya 102 ribu lebih target peserta petani. Ini menjadi tugas serius penyuluh yang dilapangan untuk merangkul dan mengajak petani agar jumlah yang ditargetkan bisa tercapai, “ ujarnya.

Namun Mukhlis  mengakui hal itu tidaklah sulit. Sebab  di Aceh rata – rata jumlah petani dalam setiap kelompok 20 – 25 orang. Jika dilaksanakan dengan serius dalam tiga hari jumlah tersebut pasti dapat dicapai.

Hal ini telah dilakukan di Kota Langsa seperti dituturkan Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Lely Ardiani. Setiap penyuluh di Kota Langsa diwajibkan bisa mendaftarkan 40 orang petani. Dengan jumlah penyuluh keseluruhan 49 orang maka Ia yakin target 1.960 petani akan tercapai dalam waktu dekat. Hal ini diharapkan bisa diikuti kabupaten lain, sehingga semua petani dapat mengikuti pelatihan ini.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus berupaya meningkatkan kompetensi dan kapasitas SDM pertanian melalui pelatihan yang terstruktur, sistematis dan masif. Sekitar satu juta petani dan penyuluh dari seluruh Indonesia akan dilibatkan dalam pelatihan daring (online) untuk menyiapkan SDM pertanian yang berkompeten menghadapi tantangan dan perubahan cepat pada era industri 4.0.

“Karena perkembangan pertanian sangat dinamis. SDM pertanian adalah penentu peningkatan produktivitas, kontribusinya 50 persen. Sementara inovasi teknologi dan regulasi masing-masing 25 persen,” ungkap Mentan.

Adapun Dedi Nursyamsi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memastikan Kementan tetap berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian. “Pertanian posisinya penting bagi ketahanan pangan. Secara bisnis, pertanian juga sangat kompetitif dan tidak terpengaruh pandemi Covid-19,” kata Dedi

Reporter : Regi (PPMKP)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018