Thursday, 23 September 2021


Pimpinan Birokrasi Harus Siap Hadapi Era VUCA

09 Jul 2021, 13:15 WIBEditor : Yulianto

Kegiatan webinar PKN Tingkat II angkatan XVIII tahun 2021 | Sumber Foto:Regi

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor--- Era VUCA (volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity) mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang cepat. Karena itu kehadiran  Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II  dinilai  sangat terkait  dalam rangka membangun kompetensi pimpinan untuk dapat mengelola dirinya sendiri, mengelola tugas, dan mengelola orang lain.

Hal ini disampaikan Basseng, Deputy Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia  dalam pembukaan PKN Tingkat II Angkatan XVIII tahun 2021.

Kegiatan digelar Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dan diselenggarakan  Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, 5 Juli hingga 8 November 2021.

Ia berharap, dengan keterbatasan yang ada, kompetensi yang akan dibangun tetap dapat dicapai, menghasilkan alumni yang mumpuni  untuk dapat mengambil keputusan yang cepat dan tepat di era VUCA. Era VUCA adalah sebuah zaman yang penuh dengan ketidakpastian karena segala sesuatunya bergerak dengan cepat sebagai akibat hadirnya revolusi industri 4.0. “Terlihat dengan ditandai dengan artificial intelligent, internet of things, dan teknik robot, “ ujarnya

Basseng menyampaikan, era VUCA tersebut berbanding terbalik dengan kondisi saat ini. Kondisi pandemi Covid 19 yang terjadi diawal 2020 hingga kini menghantam segala sektor membuat penyelenggaraan pemerintahan menjadi lambat.

“Paradoks, era VUCA menginginkan percepatan perubahan, sedangkan era pandemi menghadirkan pembatasan. Keadaan ini menuntut pemimpin birokrasi khususnya pemimpin JPT yang dapat memimpin unit pelaksanaan untuk bergerak cepat memenuhi VUCA namun juga memperhatikan kesehatan pegawainya dan kesehatan masyarakatnya,” tegas Basseng.

PKN Tingkat II yang digelar pada masa ini dinilai Basseng istimewa karena diikuti dari berbagai lokasi berbeda dalam waktu yang sama.  Hal ini merupakan bukti betapa pandemi benar - benar membentuk kebiasaan baru di seluruh sektor dan lapisan masyarakat, termasuk dalam mencetak karakter pemimpin nasional yang adaptif untuk menyelenggarakan pemerintahan.

Sebagai informasi PKN Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2021 diikuti 60 peserta. Mereka adalah Pimpinan Tinggi Pratama dari Kementerian Pertanian RI, Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Kementerian Perindustrian RI, Komisi Pemberantasan Korupsi, Kepolisian Negara RI.

Membuka pelatihan secara virtual Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menekankan, agar para pemimpin harus mau berubah untuk mencapai kesejahteraan melalui praktik good governance. Pemimpin harus bergerak mengikuti zaman dengan kapabilitas yang semakin meningkat, serta akuntabel.

Di tengah pandemi, pemimpin harus Cepat, Cermat, dan Akurat.  Hal inilah yang mempertahankan sector pertanian tetap bertahan di era pandemi,” ucapnya langsung dari Kabupaten Maros Sulawesi Selatan.

Sementara, Kepala BPPSDMP  Kementan Dedi Nuryamsi dalam laporannya menuturkan PKN Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2021  menjelaskan, secara keseluruhan pelatihan akan dilakukan secara blended learning.

“Tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan kompetensi kepemimpinan yang akan berperan strategis dalam melaksanakan tugas di instansinya masing – masing,” katanya.

Reporter : Osi WR/Regi (PPMKP)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018