Kamis, 09 Februari 2023


PERHIPTANI Jateng Gelar Sarasehan Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Pertanian

13 Jun 2022, 09:28 WIBEditor : Herman

Sarasehan Perpitani Jawa Tengah | Sumber Foto:Djoko W

TABLOIDSINARTANI.COM, Ungaran --- Menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat para Penyuluh Pertanian harus bersiap. Karena itu Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI) DPW Jawa Tengah, bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, menyelenggarakan Sarasehan dengan tema Implementasi Penyuluhan dalam Pembangunan Pertanian di Jawa Tengah.

Walaupun jumlah petani milenial saat ini belum banyak, hanya sekitar 29% (BPSDM),  namun dengan berjalannya waktu perbandingan akan terbalik. Petani milenial bertambah seiring dengan berkurangnya petani usia lanjut. Mereka sudah canggih memanfaatkan program Whatsapp, Instagram, Facebook, Google drive, juga aplikasi-aplikasi di bidang pertanian yang banyak berseliweran, yang bertujuan  untuk membantu mengambil keputusan dan memanfaatkan sumberdaya.

Fenomena tersebut ditangkap pengurus Perhiptani (Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia) DPW Jawa Tengah, sehingga pada 8 Juni 20022, bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, mennyelenggarakan Sarasehan Perhiptani dengan tema : ”Implementasi Penyuluhan dalam Pembangunan Pertanian di Jawa Tengah”. Menurut Warsana, SP, MSi, ketua DPW Perhiptani Jawa Tengah, lima puluh undangan disebar untuk Ketua Perhiptani DPW kabupaten kota se Jawa Tengah, Pengurus KTNA Provinsi dan Pengurus Perhiptani DPW Provinsi sendiri. Namun peserta yang hadir membengkak menjadi 60 orang.

Kepala Dinas Pertaniandan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Supriyanto, SP,MP menekankan bahwa kehadiran Penyuluh Pertanian untuk selalu mendampingi petani masih sangat penting. Diharapkan Perhiptani sebagai pemersatu penyuluh pertanian, dapat mendorong anggotanya agar selalu tampil prima dalam melaksanakan tugasnya.

“Sektor pertanian sudah teruji paling tahan banting dari hempasan bencana covid-19. Dengan adanya kebijakan Distanbun Jawa Tengah untuk menggeser mindset petani dari orientasi produksi menjadi orientasi pasar, maka akan diperlukan informasi yang dinamis tentang pasar dan teknologi produksi komoditas yang laku dipasar. Disinilah fungsi dan kehadiran Penyuluh Pertanian sangat vital dibutuhkan petani,” jelasnya.  

Yang juga menjadi perhatian Supriyanto,  akan terus berkurangnya jumlah penyuluh pertanian. Banyak penyuluh pertanian yang pensiun, tapi belum ada gantinya”. Kedepan penyuluh pertanian yang ada di Jawa Tengah akan terus dibimbing dan di beri motivasi oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah.

Sarasehan yang dilangsungkan di ruang “Kopi” lantai 2 gedung kantor Distanbun Jawa Tengah di Tarubudaya, Ungaran tersebut menghadirkan 3 narasumber.

kepala BPTPH Jawa Tengah, Arif Surachman SPi, MSc, PhD mengatakan bawha BPTP Jawa Tengah telah melakukan banyak kegiatan dalam rangka Diseminasi Inovasi Teknologi Pertanian untuk mendukung Program Strategis Kementan.

Misalnya kegiatan Display Varitas Unggul Baru Padi. Disana di demonstrasikan berbagai varietas yang mempunyai keunggulan masing-masing. Sehingga para penyuluh dan petani yang hadir dapat menyaksikan langsung keragaan tanaman padi Unggul Baru tersebut.

varietas tersebut adalah Varietas Dengan Ketahanan Terhadap Cekaman Perubahan Iklim/Abiotik, Varietas Dengan Ketahanan Terhadap Cekaman Organisme Pengganggu Tanaman/Biotik, Varietas Peningkatan Potensi Hasil, Varietas Untuk Mendapatkan Mutu Beras Premium, dan Varietas Untuk Peningkatan Indeks Pertanaman.

Sementara itu penyuluh pertanian asal Banyumas Bambang Riyanto, yang hadir sebagai pembicara membawakan makalah: Study Kasus BUMP-Koptan Galuhtani Kembang di Kec. Sumbang Kab. Banyumas mengatakan bahwa baginya tidak cukup seorang Penyuluh Pertanian hanya memberikan teori saja dalam bertugas.

Maka berawal dari membentuk Paguyuban Penyuluh dan Kontak Tani se Kecamatan Sumbang, Banyumas, lalu menjelma menjadi Koperasi “Galuhtani Kembang”. Kependekan dari Koperasi Paguyuban Penyuluh dan Kontak Tani Kecamatan Sumbang.

“Pada awal berdiri tahun 2019 anggota yang bergabung baru 44 orang dengan jumlah modal/asset sebesar Rp 6.270.000,- dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota. Setelah berjalan 3 tahun jumlah anggota menjadi 100 orang, meninggal 1, masih 99 orang sedang modal usaha/asset sudah menjadi Rp 149.000.000,,’ ungkapnya

Sesuai niat ketika koperasi dibentuk adalah untuk melayani petani dan meningkatkan kesejahteraan petani/ anggota, maka usaha yang di lakukan koperasi meliputi unit UPJA, unit saprodi, unit pembiayaan usaha, unit informasi dan teknologi pertanian dan unir pengolahan dan pemasaran hasil.

Dikesempatan tersebut Ketua Perhiptani DPW Jawa Tengah Warsana, SP, MP mengatakan bahwa pada kondisi saat Penyuluh Pertanian, mau tidak mau harus menerima inovasi teknologi informasi yang berkembang pesat dimasyarakat.

“HP Android sudah bukan barang mewah lagi. Boleh dikata setiap hidung membawa HP pintar ini. Tua muda, laki perempuan, petani mahasiswa, pebisnis dan politikus semua memanfaatkan HP sebagai sumber informasi dan komunikasi,” ujarnya

 Untuk itu diminta para Penyuluh anggota Perhiptani aktif hadir dalam rekayasa sosial pemanfaatan IT untuk penyuluhan pertanian. Misalnya dengan membuat WA Grup Penyuluh dan Petani diwilayah kerjanya. Penyuluh juga dharapkan aktif memanfaatkan program aplikasi yang telah disusun oleh Kementrian Pertanian, karena sangat besar faedahnya bagi kemajuan petani.

Misalnya App Kalender Tanam, Cyber Extension, LKP (Layanan Konsultasi Padi Indonesia, My Agri, Takesi (Teknologi Android Kesehatan Sapi), Pakar Kopi dan sebagainya.

Sebagaimana diketahui bahwa teknologi IT khususnya melalui HP pintar baru berkembang pada tahun-tahun terakhir ini, sehingga banyak Penyuluh senior yang sudah berusia merasa gagap teknologi atau gaptek. Mereka berharap ada pelatihan atau bimtek khus pemanfaatan HP untuk bidang pertanian.

“Hal ini makin terasa ketika disetiap Kecamatan dibentuk paguyuban petani milenial, jangan sampai kami hanya jadi penonton” ujar sorang penyuluh dari kabupaten Wonogiri.

Reporter : Djoko W
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018