Rabu, 14 Januari 2026


Dorong Petani Go Digital, Perhiptani Jateng dan BRMP Sosialisasikan Layanan Konsultasi Padi 2.0

10 Sep 2025, 14:11 WIBEditor : Herman

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perhiptani Jawa Tengah bersama Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Tengah menggelar sosialisasi Layanan Konsultasi Padi (LKP) versi 2.0.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Semarang – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perhiptani Jawa Tengah bersama Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Tengah menggelar sosialisasi Layanan Konsultasi Padi (LKP) versi 2.0.

Acara yang berlangsung di Aula BRMP, Jalan Sukarno-Hatta, Bergas, Kabupaten Semarang ini mengangkat tema “Modernisasi Pertanian Mendukung Swasembada Pangan”.

Kegiatan ini dihadiri Ketua DPW Perhiptani Jateng Warsana, SP., M.Si., Kepala BRMP Jateng Dr. Soeharsono, S.Pt., M.Si., jajaran pengurus DPD Perhiptani dari kabupaten/kota se-Jawa Tengah, penyuluh pertanian, serta narasumber dari BRMP: Ir. Samijan, M.Sc., Dyah Haskarini, SP., dan M. Mirza A., A.Md.

Dalam paparannya, Kepala BRMP Jateng, Dr. Soeharsono menekankan pentingnya modernisasi untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

“Pembangunan pertanian 2024–2025 diarahkan pada penerapan smart farming yang memanfaatkan internet, aplikasi cuaca, dan marketplace hasil pertanian, serta green agriculture yang ramah lingkungan dengan pupuk organik, biofertilizer, dan energi terbarukan,” jelasnya.

Materi kedua disampaikan Ir. Samijan, M.Sc. yang membahas “Pemupukan Berdasarkan Stadia Pertumbuhan.” Ia menekankan bahwa pemupukan padi harus tepat jenis, dosis, dan cara.
“Dengan skala BBCH, jadwal pemupukan bisa lebih tepat waktu dan efisien,” ujarnya.

Selanjutnya, Dyah Haskarini dan M. Mirza A. memperkenalkan Layanan Konsultasi Padi (LKP) versi 2.0. Melalui aplikasi berbasis IT ini, petani bisa mendapatkan rekomendasi pemupukan terstandar dengan prinsip 3 tepat: tepat jenis, tepat dosis, dan tepat waktu.

“Dengan LKP, rekomendasi disesuaikan dengan target hasil dan data historis pengelolaan padi,” terang Dyah.

Sebagai penutup, Ketua DPW Perhiptani Jateng, Warsana, SP., M.Si., menegaskan peran strategis penyuluh pertanian dalam era modernisasi.

“Penyuluh adalah motor penggerak pertanian modern. Dengan teknologi, petani bisa lebih produktif, efisien, dan mampu menghadapi tantangan perubahan iklim,” ungkapnya.

Acara yang digelar secara hybrid ini diikuti sekitar 50 peserta luring dan lebih dari 400 peserta daring. Antusiasme terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung aktif dan interaktif.

 

Reporter : Djoko W
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018