Jumat, 16 Januari 2026


300 Pemuda Ikut Workshop Petani Muda di Sukabumi, Siap Bawa Indonesia Mandiri Pangan

10 Nov 2025, 03:45 WIBEditor : Gesha

Sebanyak 300 pemuda dari berbagai daerah berkumpul di Sukabumi dalam Workshop Petani Muda. Mereka dilatih jadi generasi tangguh, kreatif, dan berjiwa wirausaha untuk wujudkan Indonesia mandiri pangan.

TABLOIDSINARTANI.COM, Sukabumi -- Sebanyak 300 pemuda dari berbagai daerah berkumpul di Sukabumi dalam Workshop Petani Muda. Mereka dilatih jadi generasi tangguh, kreatif, dan berjiwa wirausaha untuk wujudkan Indonesia mandiri pangan.

Suasana di TAMARA Agro Farm, Sukaraja, Sukabumi, terasa berbeda pada Kamis (6/11/2025).

Sekitar 300 pemuda dari berbagai daerah berkumpul dengan satu semangat: belajar menjadi petani muda yang tangguh, kreatif, dan siap membawa Indonesia menuju kemandirian pangan.

Mereka hadir dalam Workshop Petani Muda bertema “Petani Muda Tangguh, Indonesia Mandiri Pangan”, sebuah ruang belajar yang mempertemukan ide, semangat, dan peluang baru di sektor pertanian.

Bicara soal masa depan pangan, peran anak muda bukan lagi sebatas pendukung.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa regenerasi petani harus dimulai dari sekarang.

Menurutnya, 20 tahun mendatang, tongkat estafet pertanian nasional ada di tangan generasi yang hari ini sedang ditempa.

“Mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harus siapkan generasi muda untuk memajukan pertanian agar lebih modern dan efisien,” ujar Amran.

Sejalan dengan itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pendidikan pertanian yang tidak hanya berbasis teori, tapi juga praktik dan inovasi.

Tujuannya jelas, menyiapkan SDM pertanian yang unggul dan cepat beradaptasi dengan perubahan zaman.

Karenanya, Kepala Biro KLI Kementan, Muhammad Arief Cahyono, mengajak anak muda melihat pertanian dari sudut yang lebih luas, bukan hanya soal menanam, tapi juga bagaimana memanfaatkan inovasi, teknologi, dan digitalisasi agar pertanian menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.

“Pemuda itu bukan sekadar pelaku tani. Mereka adalah inovator dan motor transformasi pertanian,” tegas Arief.

Arief lalu menyoroti kemajuan sektor pangan Indonesia beberapa tahun terakhir.

Misalnya, produksi beras nasional yang meningkat menjadi 34,77 juta ton, cadangan beras pemerintah yang mencapai angka tertinggi dalam 57 tahun yaitu 4,2 juta ton, dan kesejahteraan petani yang terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) September 2025 di angka 124,36.

Capaian ini menunjukkan bahwa kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan anak muda sudah mulai membuahkan hasil.

Untuk mempercepat lahirnya petani-petani muda yang andal, Kementan menghadirkan program Brigade Pangan.

Program ini dirancang agar anak muda tak hanya mahir bertani, tapi juga jago berbisnis di sektor agribisnis.

Menurut Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, dukungan pemerintah dilakukan melalui pendampingan penyuluh di desa, akses benih dan pupuk, alat mesin pertanian, hingga bantuan pemasaran.

Semua diarahkan agar pemuda bisa memulai usaha pertanian dengan percaya diri.

“Kami ingin lahir lebih banyak petani muda yang kreatif, tangguh, dan berjiwa wirausaha,” ujar Amin.

Ia berharap peserta workshop, terutama dari Sukabumi, dapat membentuk Brigade Pangan untuk mengelola lahan secara modern, produktif, dan menghasilkan pendapatan yang lebih besar.

Workshop ini bukan tipe pelatihan yang penuh ceramah.

Para peserta diajak mengenal pertanian dari sisi paling nyata, mulai dari hulu hingga hilir.

Mereka mendapatkan pembekalan tentang program swasembada pangan nasional, mempelajari teknik budidaya hortikultura terkini, hingga memahami cara menyortir dan mengemas produk agar layak jual.

Tak berhenti di situ, peserta juga diajak mendalami strategi branding dan pemasaran produk pertanian, serta langkah-langkah praktis untuk memulai usaha agribisnis.

Dengan format yang interaktif dan aplikatif, mereka tidak hanya pulang membawa pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang langsung bisa diterapkan di lapangan.

Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Pertanian dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Workshop terbuka bagi berbagai kalangan, mulai dari pemuda desa, mahasiswa, pelajar, hingga komunitas pelaku usaha tani muda.

Keberagaman latar belakang peserta membuat diskusi berjalan dinamis, penuh cerita dan pengalaman yang saling menginspirasi.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018