Public Expose Polbangtan Yoma di di Atrium Artos Mall, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Minggu (16/11)
TABLOIDSINARTANI.COM, Magelang---Ada suasana berbeda di Atrium Artos Mall, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Minggu (16/11). Bukan karena hadirnya artis ibukota, tapi berbagai karya dan inovasi yang cukup menarik di pasar modern yang menjadi pusat kunjungan masyarakat di kota yang kerap disebut Tuin Van Java atau Taman Jawa tersebut.
Pameran karya dan inovasi tersebut merupakan bagian dari Public Expose yang digelar Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) dalam upaya mendukung swasembada pangan.
Polbangtan Yoma merupakan salah satu perguruan tinggi vokasi Kementerian Pertanian (Kementan) yang menjadi garda terdepan penyiapan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang kompeten.
Hadir membuka Public Expose, Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan menyebut giat ini sebagai ajang memperkenalkan Polbangtan Yoma kepada khalayak. Polbangtan Yoma adalah salah satu perguruan tinggi kedinasan milik Kementerian Pertanian yang hadir untuk mendukung swasembada pangan.
Ia menyebut ingin melakukan publikasi program serta memberikan informasi sebanyak-banyaknya untuk masyarakat. “Di sini, kami menampilkan semua karya dan inovasi dari mahasiswa dan dosen. Ini adalah hasil dari pembelajaran.” ucap Hermawan.
Polbangtan Yoma saat ini mmepunyai 6 program studinya yang siap mendukung program pemerintah yakni swasembada pangan. Dalam expose ini, menampilkan Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Agribisnis Hortikultura, Teknologi Benih, Penyuluah Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Teknologi Pakan, dan Teknologi Produksi Ternak untuk mengenalkan program – program unggulannya.
Unit pendukung lain, seperti perpustakaan, unit penjaminan mutu, unit penelitian dan pengabdian masyarakat, serta produk – produk dari Teaching Factory dan penerima program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) turut meramaikan Public Expose.
Selain berkonsultasi mengenai pilihan program studi, pengunjung juga menikmati berbagai pilihan produk pertanian dan peternakan. Diselingi dengan hiburan yang dibawakan oleh mahasiswa dari beragam unit kegiatan mahasiswa (UKM).
Seperti dikatakan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, peningkatan kompetensi SDM adalah hal penting untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas pertanian Indonesia. “Kemajuan pertanian kita sangat bergantung pada kemampuan dan kompetensi SDM. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan SDM melalui pelatihan dan pendidikan berkualitas,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti terus mendorong kinerja pendidikan vokasi di bidang pertanian.
“Pendidikan vokasi mempunyai peran penting dalam membangun kompetensi SDM. Yang berfokus pada praktik kerja dan keahlian terapan untuk memenuhi kebutuhan industri,” papar Idha.