Tuesday, 10 March 2026


Lulusannya Go Internasional, BAN PT Puji Sistem Pendidikan Vokasi Kementan

25 Feb 2026, 14:20 WIBEditor : Yulianto

BAN-PT Apresiasi sistem pendidikan vokasi Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Magelang---Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta dan Magelang, salah satu Pendidikan vokasi Kementerian Pertanian mendorong lulusannya untuk bisa bersaing di dunia internasional. Upaya tersebut mendapat apresiasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Asesor BAN-PT, Siti Herlinda memuji Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang (Polbangtan Yoma) yang telah berhasil mengirim lulusannya ke negara Jepang. Hal ini disampaikan dalam sesi rekomendasi hasil asesmen lapang di Kampus Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, pada Jumat (20/2).

Giat yang dilaksanakan selama 2 hari ini adalah rangkaian akreditasi program studi Teknologi Produksi Ternak. Setelah sebelumnya mengunggah Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dan Laporan Evaluasi Diri (LED) ke aplikasi SAPTO BAN-PT.

Siti Herlinda yang juga Guru Besar Universitas Sriwijaya mengapresiasi upaya Polbangtan Yoma dalam mendorong lulusan Polbangtan Yoma bekerja di luar negeri. Bahkan ia menilai sebagai poin plus sekali. ”Kami turut bangga dan berharap, semakin banyak lulusan yang bekerja di luar negeri,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Ia pun memberikan rekomendasi kurikulum yang berstandar internasional dengan menautkan bahasa asing ke dalamnya, utamanya TOEFL. Dengan demikian membuka kesempatan sebesar -besarnya bagi lulusan Polbangtan Yoma untuk bekerja di luar negeri.

Kementerian Pertanian melakukan kegiatan asesmen untuk menjamin mutu pendidikan vokasi. Harapannya agar lulusan pendidikan vokasi Kementan lebih terampil, kompeten, dan berdaya saing.

Seperti disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, sarjana pertanian dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) harus menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan untuk sektor pertanian Indonesia.

Dimulai dari proses pendidikan di dalam kampus. Dengan memberikan kesempatan praktik lebih banyak dari teori. “Pelibatan mahasiswa dalam mendukung program utama Kementan merupakan strategi khusus yang akan menjadi contoh pertanian modern di masa mendatang,” kata Amran.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti mengatakan, lulusan Polbangtan dan Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) adalah aset penting dalam pembangunan pertanian nasional. Karena itu, pendidikan vokasi Kementan menjadi tulang punggung dalam mencetak SDM pertanian yang tidak hanya cakap di teori, tetapi juga teruji di lapangan.

Berbuah hasil, Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan menyebut, sejumlah 105 lulusan Polbangtan Yoma menjadi Specified Skilled Worker (SSW) di Jepang. Sejak tahun 2023, pihaknya memberikan pelatihan bahasa dan bekerjasama dengan Persol Jepang untuk menyalurkan SDM terbaik ke Negeri Matahari Terbit.

”Lulusannya kami telah melalui seleksi yang ketat untuk bekerja di sektor peternakan dan pertanian di Jepang,” ujarnya.

Reporter : Osi W
Sumber : Polbangtan YOMA
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018