
PPL Simeulue Bantu Petani Tangani Hama Walang Sangit
TABLOIDSINARTANI.COM, Simeulue – Respons cepat ditunjukkan penyuluh pertanian dalam membantu petani menghadapi ancaman hama tanaman padi.
Berawal dari laporan masyarakat, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kementerian Pertanian RI, Sri Riskina, bersama Koordinator BPP Simeulue Tengah langsung turun ke lapangan melakukan penyemprotan hama walang sangit.
Kegiatan tersebut berlangsung di lahan Kelompok Tani Jalin-Jalin, Blang Yabor Fulu, Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) Desa Lauke, pada Minggu (12/04/2026).
Sri Riskina menjelaskan, pendampingan ini merupakan langkah antisipatif untuk melindungi tanaman padi dari serangan hama yang berpotensi menurunkan hasil panen. “Kami melakukan penyemprotan sekaligus mendampingi petani agar penanganan hama bisa dilakukan dengan tepat,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyemprotan tidak hanya ditujukan untuk mengatasi hama walang sangit, tetapi juga mencegah gangguan dari hama lain seperti wereng dan ulat. Dengan demikian, pertumbuhan tanaman padi dapat tetap optimal hingga masa panen.
Selain praktik lapangan, Sri Riskina juga memberikan edukasi kepada petani terkait tata cara penggunaan pestisida yang benar. Mulai dari takaran yang direkomendasikan hingga waktu penyemprotan yang efektif, yakni pada pagi hari setelah embun menghilang atau pada sore hari. “Pada waktu tersebut, hama lebih mudah terkena insektisida. Petani juga harus selalu menggunakan Alat Pelindung Diri seperti masker,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, Kelompok Tani Jalin-Jalin mendapat dukungan insektisida jenis Prima Agro Tech dan Metarizep WP dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Simeulue.
Koordinator BPP Simeulue Tengah, Herliansah, menegaskan pentingnya penanganan hama secara cepat dan serentak. Menurutnya, penyemprotan yang dilakukan bersama-sama dapat mencegah perpindahan hama dari satu lahan ke lahan lain.
“Pengendalian hama harus dilakukan segera, terutama pada fase kritis tanaman. Jika terlambat, risiko gagal panen akan meningkat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar petani tidak melakukan penyemprotan secara sembarangan. Penggunaan pestisida harus disesuaikan dengan jenis hama, dosis, serta waktu aplikasi yang tepat. Selain itu, petani didorong untuk aktif memantau kondisi lahan dan menerapkan teknik penyemprotan yang ramah lingkungan.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Jalin-Jalin, Arsalam, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap petani di wilayahnya. Ia mengaku bantuan insektisida dan pendampingan dari PPL sangat membantu dalam mengatasi serangan hama.
“Kami berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga pendampingan seperti ini terus berlanjut,” ujarnya.