Saturday, 10 October 2026


Sewindu Berkarya, Polbangtan Bogor Didorong Berlari Lebih Cepat Penuhi Kebutuhan SDM Pertanian

26 Jun 2026, 17:17 WIBEditor : Gesha

Dies Natalis ke-8 Polbangtan Bogor menjadi momentum percepatan mencetak SDM pertanian unggul, berkarakter, inovatif, dan siap menjawab kebutuhan Indonesia.

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor – Dies Natalis ke-8 Polbangtan Bogor menjadi momentum percepatan mencetak SDM pertanian unggul, berkarakter, inovatif, dan siap menjawab kebutuhan Indonesia.

Memasuki usia delapan tahun, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menegaskan komitmennya untuk mempercepat lahirnya sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul, inovatif, dan berdaya saing. 

Semangat tersebut mengemuka dalam Dies Natalis ke-8 Polbangtan Bogor bertema "Sewindu Berkarya: Mengembangkan Inovasi dan Menguatkan Regenerasi Petani dalam Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan", Jumat (26/6/2026).

Momentum sewindu ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga refleksi atas perjalanan transformasi Polbangtan Bogor sebagai perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian yang berfokus mencetak generasi muda pertanian modern.

Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto mengatakan, usia delapan tahun menjadi pijakan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha.

"Harapan kami ke depan, Polbangtan Bogor terus berinovasi melalui karya-karya mahasiswa. Kami ingin menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja maupun dunia usaha, memiliki daya saing tinggi, serta memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan sektor pertanian," ujar Yoyon.

Menurutnya, tantangan regenerasi petani harus dijawab melalui pendidikan yang mampu membentuk lulusan tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga karakter kuat, jiwa kewirausahaan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi pertanian.

"Regenerasi petani menjadi fokus kami. Mahasiswa harus menjadi generasi penerus yang mampu membawa pertanian Indonesia lebih maju dan modern," katanya.

Polbangtan Bogor sendiri berdiri pada 25 Juni 2018 sebagai hasil transformasi kelembagaan dari Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian. 

Saat ini kampus tersebut memiliki dua lokasi, yakni Kampus Cibalagung di Kota Bogor dan Kampus Cinagara di Kabupaten Bogor.

Sebagai perguruan tinggi vokasi, Polbangtan Bogor menyelenggarakan pendidikan melalui dua jurusan, yaitu Jurusan Pertanian dan Jurusan Peternakan, dengan lima program studi, yakni Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Agribisnis Hortikultura, Teknologi Mekanisasi Pertanian, Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, serta Kesehatan Hewan. 

Sistem pembelajarannya menitikberatkan pada praktik lapangan untuk menghasilkan lulusan yang siap terjun ke dunia kerja.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan vokasi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi juga kualitas karakter yang dibangun selama proses pendidikan.

"Kami berharap Polbangtan Bogor tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga membangun karakter yang kuat. Dengan karakter yang baik, mereka akan memiliki semangat untuk terus berkarya dan mengawal pembangunan pertanian Indonesia," ujarnya.

Menurut Amin, pembangunan SDM menjadi faktor penting dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. 

Karena itu, kampus vokasi pertanian harus mampu melahirkan generasi muda yang siap menjadi petani modern, penyuluh, technopreneur, maupun pelaku agribisnis.

Pandangan tersebut diperkuat Dosen senior Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan Polbangtan Bogor, Momon Rusmono, yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP).

Sebagai saksi perjalanan panjang institusi sejak masih bernama STPP Bogor, Momon menilai Dies Natalis bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum evaluasi sekaligus refleksi terhadap capaian dan tantangan ke depan.

"Kalau berbicara Dies Natalis, maknanya adalah evaluasi diri dan refleksi diri. Sejarah Polbangtan itu panjang. Lembaga ini pernah melahirkan tokoh-tokoh besar di bidang pertanian. Dari sisi sumberdaya dosen maupun sarana prasarana, kita memiliki modal yang sangat kuat," ujarnya.

Namun, menurut Momon, tantangan sektor pertanian saat ini jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Karena itu, Polbangtan Bogor harus bergerak lebih cepat agar mampu memenuhi kebutuhan SDM pertanian nasional yang terus meningkat.

"Dengan Dies Natalis ke-8 ini saya berharap Polbangtan Bogor semakin maju. Tetapi gerak majunya harus diakselerasi, harus berlari lebih cepat sehingga kebutuhan SDM pertanian Indonesia dapat segera terpenuhi dengan kualitas yang baik," tegasnya.

Saat ini Polbangtan Bogor juga terus membuka akses bagi generasi muda untuk bergabung melalui berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru. 

Kampus ini menyiapkan pendidikan vokasi berbasis praktik, pembinaan karakter, serta penguatan kewirausahaan guna mencetak lulusan yang siap bekerja sekaligus mampu menciptakan lapangan kerja di sektor pertanian.

Memasuki sewindu pengabdiannya, Polbangtan Bogor diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan vokasi pertanian, tetapi juga menjadi motor penggerak regenerasi petani Indonesia melalui inovasi, teknologi, dan pengembangan SDM yang mampu mendukung target swasembada pangan nasional secara berkelanjutan. 

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018